LSM Laskar Merah Putih Desak Kepala Sekolah SDN II Adiarsa Timur Karawang Dipecat

  • Whatsapp

Karawang, infobanua.co.id – Masalah pendidikan di Karawang akhir – akhir ini sedang menjadi sorotan. Sejak adanya kabar proses mutasi dan rotasi Kepala Sekolah (Kepsek) yang kacau, hingga masalah gagalnya try out Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kabupaten Karawang yang batal di laksanakan, karena server sebagai perangkat lunak penunjang try out berbasis online jebol tidak dapat di gunakan.

Belum selesai polemik dua masalah tersebut. Kali ini dunia pendidikan Karawang kembali di hebohkan dengan adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) oleh oknum Kepsek Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang yang berujung pada dugaan pemindahan secara paksa kedua siswa tersebut.

Tidak tanggung – tanggung, masalah ini selain mendapat respon kalangan pemerhati, praktisi dan masyarakat umum lainnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Fraksi Partai Golongan Karya (F -Golkar) dan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang ikut bereaksi.

Menanggapi sikap serta langkah Eksekutif dan Legislatif Karawang itu, pengurus Markas Cabang Laskar Merah Putih (Marcab LMP) Karawang, Andri Kurniawan yang sebelumnya sempat geram dan mengecam perilaku oknum Kepsek SDN II Adiarsa Timur tersebut, kembali mengemukakan pendapatnya.

“Pertama saya patut apresiasi sikap pak Sekda yang dengan tegas mengatakan, itu merupakan Pungli yang tidak dapat di benarkan dengan dalih apa pun, dan beliau langsung meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang untuk memanggil oknum Kepsek untuk di evaluasi.”, Ulasnya.

“Pak Sekda sendiri mengakui, bahwa banyak sekali persoalan mengenai dunia pendidikan. Saya berharap, agar pak Sekda ambil komando langsung untuk urusan pendidikan, khususnya terkait masalah dugaan Pungli di SDN II Adiarsa Timur yang berujung pada dugaan pemindahan paksa kedua siswa yang orang tuanya melaporkan soal adanya dugaan Pungli ke Satuan Tugas Sapu Bersih Punguta Liar (Satgas Saber Pungli).”, Ujarnya.

“Dan saya juga mendesak Komisi IV DPRD Karawang selaku mitra kerja Disdikpora Karawang, untuk segera memanggil oknum Kepsek, Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Korwilcambidik)(Korwilcambidik) dan jajaran Disdikpora Karawang lainnya untuk di hearing.”, Sarannya.

“Ini tidak dapat di biarkan. Pasalnya, kabar baru yang terungkap setelah rombongan Fraksi Golkar mengunjungi kediaman wali murid yang di duga mendapat perlakuan sewenang – wenang oknum Kepsek. Sampai oknum Kepsek tersebut mengambil paksa uang jajan anak tersebut untuk iuran.”, Tegasnya.

“Saya membacanya saja sangat prihatin dan sungguh sangat ironis sekali. Sampai si anak tidak bisa jajan di sekolah, mungkin harus menahan haus dan lapar? Selain itu, khawatir perilaku oknum Kepsek tersebut dapat berpengaruh terhadap psikologis anak.”, Tuturnya.

“Ini sungguh sangat mencoreng nama baik pendidikan. Padahal, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sudah membuat kebijakan yang hebat, dengan menggratiskan biaya pendidikan.”, Katanya.

“Sebaiknya Disdikpora Karawang, tidak perlu menunggu sampai di panggil oleh Komisi IV DPRD Karawang. Segera ambil langkah, dan jika terbukti semua dugaan perilaku oknum Kepsek tersebut. Jangan hanya sanksi mutasi saja, copot saja jabatan Kepseknya.”, Pintanya.

“Selain dugaan Pungli, perilaku oknum Kepsek yang mencoreng nama baik pendidikan. Ia juga di duga melakukan kebohongan publik, soal statementnya di media massa yang mengatakan, bahwa pemindahan kedua muridnya itu atas dasar permintaan wali murid lainnya.”, Sesalnya.

“Tapi dalam surat pemindahan yang ia tanda tangani dan di stempel. Mencantumkan alasan atas permintaan wali murid yang bersangkutan. Selain dari itu, dugaan kebohongan yang di utarakan oknum Kepsek mengenai tidak terdaftarnya di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan pernyataannya di perkuat oleh Korwilcambidik Kecamatan Karawang Timur.”, Kesalnya.

“Namun ketika anggota Saber Pungli melakukan kroscheck, ternyata kedua murid SDN Adiarsa Timur II tersebut terdaftar dalam Dapodik. Ini kan sudah tidak benar! Sebagai pendidik, harusnya memberikan contoh yang baik.”, Pungkasnya.
( HS/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *