Koalisi Muda Kependudukan Jakarta Utara Diberi Pembekalan

276 0

Jakarta, Infobanua.co.id – Pelatihan yang dilaksanakan pada 31 Januari-01 Februari yang bertempat di Pusdiklat BKKBN Jakarta Timur.

ToT yang dilaksanakan merupakan pembekalan dasar bagi Relawan KMK untuk menjadi fasilitator muda di bidang kependudukan. Karena latar belakang relawan sangat beragam, ada yang mahasiswa kesehatan, MIPA, bahkan sosial.

Karena itu diperlukan pengetahuan dasar yang sama tentang isu-isu utama yg jadi konsen KMK seperti dasar-dasar demografi, hak kesehatan reproduksi, kerelawanan, dan teknik-teknik menjadi fasilitator berkualitas. Diharapkan, dengan bekal pengetahuan yang baik timbul kepedulian untuk mengamalkan pengetahuan tersebut dengan terlibat aktif dlm proker-proker KMK, sebagaimana tagline KMK: Kita tahu, Kita peduli.

“Peserta ToT KMK merupakan hasil seleksi beberapa tahapan. Pertama, seleksi administrasi dengan cara mengirimkan CV dan mengisi formulir online tentang motivasi bergabung dengan KMK. Kemudian yang lolos seleksi administrasi tersebut mengikuti FGD, membahas kasus-kasus kependudukan di kalangan milenial-milenial. Dan mereka yg assesment FGD nya memenuhi kualifikasi kemudian menjadi peserta ToT.  Latar belakang mereka beragam, ada yg mahasiswa S1 jurusan kesehatan masyarakat, kedokteran, kebidanan, hukum, ekonomi, komunikasi, dan lain sebagaimana. Ada juga yang sudah bekerja di perusahaan atau NGO. Bahkan ada yg sedang menempuh jenjang S3. Tapi yang pasti usianya 18-30 tahun sebagaimana disyaratkan.

Bonus demografi bisa saja jadi bencana demografi kalau kita tidak memanfaatkannya dengan baik. Anak muda harus memahami bagaimana agar kondisi demografi Indonesia saat ini dimana usia produktif lebih banyak daripada usia nonproduktif, dan bagaimana supaya itu jadi bonus demografi. Anak-anak muda harus tahu, kalau mereka harus sehat, cerdas, dan produktif sehingga menjadi pendongkrak kemajuan bangsa. Sebab, kalau anak mudanya sakit-sakitan, pengangguran dan pecandu narkoba yang ada malah jadi beban negara. Bisa dibayangkan, kalau 25% penduduk Indonesia seperti itu, bagamaina terpuruknya kita. Bonus demografi sesungguhnya sudah terjadi, misal di Jakarta. Di provinsi-provinsi lain juga. Memang, ada beberapa provinsi yang tidak akan mengalami bonus dmeografi. Tapi secara merata, puncak bonus demografi di seluruh Indonesia akan terjadi mulau tahun depan, 2021-2030.” Kata Ketua KMK, Kartini L Makmur.

“Dari yg sedikit saya pelajari, pada intinya pemuda Indonesia harus sehat, cerdas dan produktif sehingga bisa menjadi bonus demografi. Karena dengan tiga bekal itulah generasi muda bisa berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Kalau sakit-sakitan dan tidak cerdas kan bisanya menjadi pengangguran.

Tentu kalau pengangguran itu ujungnya beban negara. Karena itulah pemerintah harus merancang program-program yang bisa meningkatkan akses lapangan kerja bagi pemuda. Setidaknya, kesempatan dan kemampuan berwirausaha sehingga kalau tidak tertampung di pasar kerja, tetap bisa produktif dengan berwirausaha.

Kita bisa mencontoh Korea Selatan yang sukses memanfaatkan bonus demografi. Korea Selatan dan Indonesia di tahun 1950-an sama-sama negara miskin. Tapi di tahun 1990-an, mereka melesat jadi high income country dan kita hanya masuk middle income country.” Tambahnya

“Kenapa dari negara miskin mereka bisa tiba-tiba jd negara maju? Kuncinya adalah kualitas SDM. Terkait sumber daya alam, Korsel jelas kalah dengan Indonesia. Tp, mereka mampu mengembangkan SDM dengan memanfaatkan bonus demografi. Korsel berhasil mengarahkan industri-industri rumah tangganya untuk membuat komponen HP. Di Korea nggak ada satu pun perusahaan yang bisa bikin HP.

Karena industri rakyat‎ diarahkan untuk bikin komponen HP. Yang bisa bikin HP itu pabrik perakitan. Pabrik perakitan juga nggak bisa bikin HP kalau nggak ada komponen. Jadi saling melengkapi, dan pemerataan industri. Semua orang dapat kerjaan. Dulu, di Indonesia siapa sih yg mau pake HP Samsung? Orang pasti maunya Nokia kaann. Tp skrg? HP keren biasanya mereknya S-A-M-S-U-N-G!

Nah, Indonesia sdh memasuki era bonus demografi. Mulai tahun depan bahkan kita mulai mencapai puncaknya. Yuklah, belajar dr Korsel. Siapa tahu berkat bonus demografi di masa depan HP Indonesia akan menguasai pasar dunia dg merek S-A-M-S-U-L” Tambahnya sambil tersenyum.

 

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *