PT.Agro Wahana Lestari Mangkir Sidang Adat, DAD Kotim Kirim Undangan Ke-II

  • Whatsapp

Sampit, Infobanua.co.id – Undangan pertama sidang adat yang dikirim oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim, kepada perusahaan PBS PT.Agro Wahana Lestari area kebun di desa Desa Sangai, Telaga Antang mendapat penolakan oleh pihak perusahaan melalui suratnya No.030/AWL-KMS/HMS/II/2020 tertanggal,07 Februari 2020.

Dalam penolakan tersebut PT.AWL beralasan dikarenakan yang dilaporkan oleh Anggo adalah permasalah claim lahan bukan pelanggaran adat, dan PT.AWL merasa tidak melanggar adat sebab lahan yang dilepas oleh warga masyarakat dianggap legalitasnya lengkap kepemilikannya.

Hal ini juga dibenarkan oleh ketua harian DAD Kotim, Untung ketika ditemui infobanua Sampit diruang kerjanya. Dalam penjelasan Untung penolakan oleh PT.AWL ini, sebelumnya telah memakan waktu 12 kali dilakukan mediasi dan 4 kali cek turun lapangan.

“Pihak kita tidak mudah terpancing dalam hal ini, sekarang kita melakukan undangan ke-2 untuk PT.AWL dipenuhi atau tidaknya nanti.” Ujar Untung Senin (10-2-2020) kepada infonanua Sampit.

Kasus dugaan pencoblokan lahan dalam wilayah desa Sangai oleh PT.AWL, ketika Anggo melaporkan kasus ini ke DAD Kotim.Menurut Anggo lahan yang luasnya kurang lebih 34 hektar yang dicoplok perusahaan belum ada ganti rugi, bahkan perusahaan mengatakan kalau lahan yang diclaim Anggo sudah sesuai aturan ganti rugi.

“Saya belum merasa menerima ganti rugi dari perusahaan, jadi melalui DAD Kotim permasalahan ini bisa terselesaikan.” Ungkap Anggo.

Mantan kades Sangai Saskartomo dan sekaligus Damang (anggota majelis hakim adat) Kabupaten Kotim, membenarkan kalau lahan Anggo itu memang ada di wilayah desa Sangai, untuk PT.AWL sendiri mantan kades ini mempertanyakan area lahan PT.AWL untuk wilayah desa Sangai.

Menurut Saskartomo atas sepengetahui dirinya untuk lahan PT.AWL khususnya wilayah desa Sangai tidak ada, kalau pihak perusahaan mengatakan lahannya ada dalam wilayah desa Sangai meminta menunjukan dimana dengan legalitasnya.

“Semenjak saya jadi kades dulu, lahan PT.AWL itu tidak ada untuk dalam wilayah desa Sangai kalau mengatakan ada coba tunjukan legalitasnya kita turun lapangan.” Tegasnya.

Penulis : Zainal/IB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *