Kasus Pengeroyokan Oknum Perguruan Silat PSHT, Keluarga Korban Minta Perguruan Dibubarkan

  • Whatsapp

Sampit,Infobanua.co.id – Keluarga korban pengeroyokan oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Herpansyah bersama keluarga Rabu (13/2/2020)  didampingi Pj Kades Luwuk Ranggan dan sekdesnya mengawal mendatangi kekantor DAD Kotim untuk melapor kejadian pengeroyokan.

Orang tua korban pengeroyokan oleh oknum PSHT, Juli menuturkan sebenarnya kejadian ini bukan hanya sekali dilakukan akan tetapi sudah dua kali yaitu pada Minggu dini hari dengan Senin malam.

Diketahui pengeroyokan ini setelah video tersebar, yang mana dalam video tersebut korban dianiaya mata korban merah akibat adanya pukulan benda tumpul bahkan korban juga sampai terkencing dalam celana akibat pukulan tersebut.

“Saya tidak terima anak saya dipukul seperti itu, saya dan keluarga meminta kepada aparat kepolisian maupun DAD Kotim agar perguruan itu segera dibubarkan saja.”Pinta Bapak korban kepada infobanua Sampit.

Setelah adanya laporan kepada DAD Kotim, Untung dan pihak aparat akan bersama sama melakukan jalur hukum positif dan hukum adat. Untuk hukum positip dalam hal ini ditangani Polres Kotim,sedangkan hukum adat dalam hal ini ditangani oleh pihak DAD Kotim. Dari keterangan Untung pelaku pengeroyokan terhadap Herpansyah nantinya, dalam sidang adat pelaku pengeroyokan diminta hadir.

“Kita sepakat dengan Polres Kotim, untuk hukum positif ditangani Polres Kotim, sedangkan sidang adatnya diserahkan kepada DAD Kotim sepenuhnya .” Ujar Untung.

Sedangkan untuk pelaku pengeroyokan dari informasi dari Polres Kotim, sudah ada ditangkap tadinya melarikan diri di Kabupaten Seruyan pada saat ini dalam perjalanan menuju Sampit untuk pelaku yang lain masih dalam pencarian pihak yang berwajib.

Penulis : Zainal/IB

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *