Masyarakat Tuntut DAD Kotim,Perguruan Silat PSHT Tidak Ada Lagi Di Kotim

107440 0

Sampit,Infobanua.co.id – Kasus pengeniayaan terhadap Herpansyah (19) pemuda asal dari desa Luwuk Ranggan, Kecamatan Cempaga oleh oknum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang sekarang para pelakunya diketahui berjumlah 8 orang telah diamankan di Polres Kotim.

Dari 8 pelaku tersebut sejak Rabu (12-2-2020) malam langsung diperiksa secara marathon oleh penyidik unit I Polres Kotim, sumber Polres Kotim di dapat infobanua Sampit menyebutkan dari 8 pelaku ini 7 diantaranya tidak ada bermasalah dengan korban.

Namun akibat dipengaruhi omongan pelaku utama Ag, maka 7 pelaku lainnya ikut melakukan pengroyokan dan pengeniayaan terhadap korban. Akibat dari pengroyokan tersebut korban mengalami lebam dimuka sekitar mata, bahkan korban sampai kencing dikelana.

Dari kejadian ini DAD Kotim serta Batamad Kotim, akan mengawal proses hukumnya baik itu hukum positif maupun hukum adat. Ketua harian DAD Kotim, Kamis (13-2-2020) Untung, telah mempersiapkan sidang adat dengan menunjuk Damang di antaranya, Damang dari Kabupaten Kotim 4 orang, dari Palangka Raya 1 orang, Kabupaten Katingan 1 orang, Kabupaten Seruyan 1 orang, Sebangau 1 orang dan Pangkalan Bun 1 orang.

Selanjutnya untuk para Pendawa, Untung juga telah mempersiapkan dan menunjuk 2 orang dari Kotim, 1 orang dari Palangka Raya dan 1 orang lagi dari Kabupaten Katingan.

“Mengapa saya menunjuk demikian, untuk menghindari putusan yang bersifat tidak adil dalam penilaian masyarakat nantinya dan sementara ini DAD Kotim akan menyusun agenda rapat sebelum sidang.”Ujar Untung kepada infobanua Sampit.

Kasus pengroyokan yang video nya telah menyebar dimasyarakat Kotim, mendapat tanggapan serius berbagai pihak diantaranya Drs.M Gumarang menurutnya kalau melihat video para pelaku tidak prikemanusiaan. Betapa tidak korban dikeroyok dan dianiaya oleh pelaku, dengan cara dipukul dan ditendang sampai terkencing dikelana seperti itu.

“Karena kuatnya keinginan masyarakat untuk minta dibubarkan, berarti bisa saja rekomendasi dibubarkan melalui DAD Kotim . Karena organisasi tersebut memiliki paham bersifat kekerasan dan tidak dengan prinsip huma betang dan ini membahayakan stabilitas daerah Kotim.” Terang Gumarang kepada infobanua Sampit melalui WhatsApp.

Penulis : Zainal/IB.

Related Post

There are 1 comments

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *