Rapat Tanpa Dihadiri Bupati,Pengurus DAD Provinsi dan Kabupaten Kecewa

  • Whatsapp

Sampit,Infobanua.co.id – Pengurus Dewan Adat Dayak Provinsi, Batamad Provinsi serta Dewan Adat Dayak Kabupaten Kotawaringin Timur, Sampit merasa kecewa atas tidak hadirnya Bupati Kotim, Supian Hadi dalam rapat membahas penyelesaian masalah kasus pengroyokan oknum PSHT terhadap Herpansyah remaja desa Luwuk Ranggan, kecamatan Cempaga.

Rapat yang dipimpin oleh wakil Bupati Kotim, Taufik Mukri serta dihadiri juga oleh ketua DPRD Kotim, Rinie, ketua harian DAD Kotim, Untung, kepala Batamad Kalteng Yuandreas, Ny Yuandreas, Mambang Tobil, Let Tambunan, mantan ketua DPRD Kotim, Jhone Krisli, Rimbun serta para tokoh masyarakat adat dayak.

Sebelum rapat dilanjutkan, Taufik Mukri mengatakan dalam rapat bahwa Bupati Kotim, Supian Hadi tidak bisa hadir dalam rapat disebabkan sesuatu hal. Taufik Mukripun menawarkan apakah rapat bisa dilanjutkan, dan diantara peserta rapatpun mempertanyakan apakah pimpinan rapat bisa mengambil keputusan.

Pertanyaan tersebut membuat pimpinan rapat sempat diam, menurut peserta rapat kalau tidak bisa mengambil suatu keputusan sebaiknya rapat ditunda. Namun akhirnya rapat sempat discore selama 15 menit untuk berkoordinasi dengan Bupati Kotim, Supian Hadi.

Waktu 15 menitpun berlalu dan rapat diteruskan oleh pimpinan rapat, ternyata Bupati Kotim, Supian Hadi juga tidak bisa hadir. Kekecewaanpun bertambah terhadap peserta rapat, padahal menurut peserta rapat mereka sempat melihat keberadaan Bupati Kotim, Supian Hadi di kantor Pemerintah Daerah, Kotim.

Rapatpun ditunda dengan ketidak hadiran Bupati Kotim, Supian Hadi, DAD Provinsi, Batamad Provinsi serta DAD Kotim sepakat kembali mengadakan rapat dikantor DAD Kotim, dan mengambil sikap apabila dari pihak pemerintah daerah tidak ada respon mengundang sampai Rabu (26-2-2020).

Maka pada Kamis (27-2-2020) pihak DAD Kotim akan mengundang Pemerintah Daerah Kotim, dan apabila pihak Pemerintah Daerah Kotim melalaikan penyelesaian, DAD Kotim berhak mengambil sikap untuk menyelesaikannya.

Kepala Batamad Kalteng,Yuandreas terkait rapat yang ditunda dengan tidak hadirnya Bupati Kotim, Supian Hadi menurutnya mereka belum siap untuk itu dan Pemerintah Daerah tidak serius untuk menyelesaikan permasalahan komplek dimasyarakat dan segala keadaan dilapangan harus dilakukan.

“Saya akui saja memang saya sangat kecewa dengan tidak jadi rapat pada hari ini.” Tegas Yuandreas kepada infobanua Sampit, Jum,at (21-2-2020).

Ketua harian DAD Kotim, Untung juga sangat menyayangkan dengan ketidakhadiran Bupati Kotim, Supian Hadi padahal menurut Untung mereka yang mengundang tetapi malah sebaliknya dirinya malah tidak hadir dengan alasan tidak jelas.

“Kalau kita pengurus tidak masalah, akan tetapi bagaimana dengan akar rumput mereka menganggap ini adalah pelecehan terhadap orang dayak.” Ujar Untung

Penulis : Zainal/IB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *