26.476 Jiwa Penduduk Kotabaru Belum Memiliki E-KTP

0
30 views

Kotabaru, Infobanua.co.id – Menindak lanjuti rapat kerja pada tanggal 3 februari tahun 2020 kemaren dengan dinas mitra kerja yaitu dinas catatan sipil kabupaten kotabaru komisi I DPRD kotabaru temui kementrian catatan sipil di jakarta pusat.

Dari hasil rapat kerja tersebut poin penting yang kami dapatkan adalah 26.476 jiwa penduduk kotabaru yang belum melakukan perekaman e-KTP.

artinya kalau memang belum melakukan perekaman dengan jumlah 26.476 jiwa tersebut maka sebanyak itu juga masarakat kotabaru yang belum memiliki KTP.

Namun dalam hal ini kami dari komisi l DPRD kotabaru hari kamis ( 6/2/20) mengunjungi keementrian catatan sipil di jakarta pusat untuk menanyakan persediaan belangko e-KTP untuk kabupaten kotabaru.

Dalam pertemuannya dengan kementrian catatan sipil dijakarta pihak kementrian mengatakan bahwa ada setok 16 ribu belangko dikementrian catatan sipil.

Komisi l DPRD Robyansyah mengatakan untuk belangko e- KTP untuk kabupaten kotabaru tidak jadi masalah.

Dalam pertemuannya itu kementrian mengatakan bahwa berapa kemampuan dinas catatan sipil kabupaten kotabaru mampunya menctak e- KTP dalam 10 hari maka dari kementrian pusat akan berikan belangko KTP tersebut.

Namun Roby juga menjelaskan bahwa dinas catatan sipil kotabaru ini ada terkendala maslah alat printer cetak KTP.

Komisi l juga sempat menanyakan berapa harga alat printer percetakan tersebut,
Ternyata harganya berkisar 50 jutaa saja.

Dalam kondidi seperti ini dinas catatan sioil kotabaru terhambat masalah percetakan kerna alat yang ada didinas catatan sipil hanya ada 4 buah printer saja unkapnya.

Terkait maslah harga printer tersebut sebenarnya kalau ada komonikasi di awal tahun anggaran kemaren jangankan 1 atau 2 biji, 5 biji perinterpun kita akan penuhi wong harganya cuma 50 jutaa saja

” inikan untuk krpentingan masarakat kita.

Roby juga mengatakan bahwa kami juga di sarankan berkoordinasi dengan pemkab kutabar dalam hal ini sekda untuk mempercepat pengadaan alat printer tersebut, karna apabila menunggu APBD perubahan itu perosesnya terlalu lama setengah tahunan lg.

Sementara dalam hal pilkada kita sudah dekat, otomatis yang belum memiliku e-KTP tidak bisa ikut memilih dalam pilkada nanti ujar Roby.

Penulis: Kotabaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.