BANGGAR DPR RI APRESIASI KEPEMIMPINAN PAMAN BIRIN

  • Whatsapp

BANJARBARU – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengapresiasi kinerja Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, dalam memajukan Kalimantan Selatan.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua rombongan Kunker Banggar DPR RI Cucun A. Syamsurijal, di Kantor Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Senin (24/2) siang.

“Di bawah kepemimpin Gubernur Kalsel Sahbirin Noor beberapa kemajuan terlihat, kami mengapresiasi itu. Seperti dari sisi pertumbuhan ekonomi, meningkatnya derajat fiskal Kalsel, dan inovasi dari ketergantungan terhadap pertambangan,” katanya.

Disampaikannya, masih banyak daerah yang masih sangat bertumpu pada dana transfer ke daerah. Bahkan bagi Pemda yang mempunyai kemandirian fiskal yang baik disarankan ditambahkan dana insentif sebagai reward.

Senada dengan Cucun A. Syamsurijal, anggota Panitia Anggaran DPR RI lainnya, H Ansar Ahmad.

Diutarakan Anggota DPR asal pemilihan Kepulauan Riau ini, salah satu yang menonjol dari kepemimpinan Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel, adalah di bidang kinerja pengelolaan keuangan daerah.

Menurutnya, kinerja pengelolaan keuangan daerah Pemprov Kalsel masuk dalam kategori membanggakan.

Parameter penilaian itu, sebut Ansar Ahmad, bisa dilihat dari kemandirian keuangan daerah yang ditopang oleh pendapatan asli daerah.

“Kebijakan lain yang juga patut dicontoh di Kalsel adalah pengelolaan dana desa. Di Kalsel tercatat beberapa desa penyerapan anggarannya sesuai ketentuan berlaku. Demikian pula dalam hal laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa,” pujinya.

Terkait keberhasilan Kalsel itu, lanjut Ansar, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan RI, patut memberikan reward sebagai wujud apresiasi terhadap prestasi ini,” usulnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, mengucapkan syukur karena wilayahnya memiliki kemampuan fiskal yang baik.

Di sisi lain, Paman Birin mengatakan, saat ini pihaknya tengah berusaha menggeser sumber pendapatan dari sumber daya tidak terbarukan menjadi sumber daya terbarukan.

Sektor pembangunan itu adalah Industrialisasi, Pertanian Pangan, dan Pariwisata.

Disampaikan Gubernur Kalsel, tiga arah kebijakan tersebut harus didukung dengan sumber daya manusia yang unggul dan sehat.

Menurut Paman Birin, Indeks Pembangunan Manusia di wilayahnya pada tahun 2018 atau dalam kurun waktu 2010 hingga 2017 menempati kategori tinggi yakni 70,17.

Pada rapat bersama anggota tim Banggar DPR RI juga membahas terkait Dana Transfer ke Daerah (Dana Perimbangan) dan Dana Desa yang diharapkan penyaluranya dapat tepat waktu.

Kedatangan tim Banggar bermaksud untuk mengetahui efektivitas dana transfer ke daerah dan dana desa, serta kendala yang dihadapi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *