Batola Pertama Luncurkan Kartu Tani

0
4 views

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) melalui Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) meluncurkan Kartu Tani dan Kredit Usaha Rakyat Tani (KURT) bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kamis (27/02/2020).

Peluncuran Kartu Tani dan KURT yang berlangsung di Aula Selidah oleh Bupati Batola melalui Pj Sekretaris Daerah (Sekda) H Abdul Manaf bersama Pimpinan BNI Cabang Banjarmasin Jhody Aditya Wardana.

Dalam acara yang juga dihadiri Pimpinan BNI Cabang Marabahan Ali Hartono, Kadistan TPH Murniati beserta jajaran, serta para Gapoktan se-Batola ini, Pj Sekdakab Batola H Abdul Manaf menyambut baik diluncurkannya Kartu Tani dan KURT ini.

Mewakili bupati, Manaf menilai program ini merupakan bentuk usaha Pemkab Batola dalam menyukseskan program nasional di bidang pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Dikatakan, pertanian merupakan pilar utama pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. Dan salah satu faktor produksi yang sangat penting dalam pertanian adalah pupuk.

Karenanya, melalui Kartu Tani diharapkan transparansi penyaluran dana subsidi pupuk dapat terjamin serta dapat termonitor guna menjamin penyaluran subsidi pupuk.

Di samping itu, lanjut bupati, data-data yang terdapat dalam kartu tani juga bermanfaat sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah terhadap kebutuhan pupuk yang akurat, dapat memproyeksikan potensi panen di daerah tertentu, dan dapat mengetahui produktivitas lahan di suatu daerah.

Diterangkan, Pemkab Batola bersama BNI meluncurkan Kartu Tani dimana bersama kartu ini pula dilaksanakan program subsidi pupuk bagi pemegang kartu tani. Sebagai langkah awal kartu ini dibagikan bagi Gapoktan di Kecamatan Belawang dan Mekarsari.

Kartu ini nantinya, terang sekda, secara bertahap akan diterapkan kepada seluruh kelompok tani di seluruh kecamatan di Batola.

Sementara itu, Pimpinan BNI Cabang Banjarmasin Jhody Aditya menyampaikan terdapat 19 agen pupuk di Batola yang dapat menerima pembelian pupuk menggunakan kartu tani. Selain itu, tambahnya, pemilik kartu tani juga dapat mengajukan KUR.

Terkait peluncuran Kartu Tani, Jhody menerangkan, Batola sendiri merupakan kabupaten pertama di Kalimantan yang menerapkan program ini. Sedangkan Pinjaman yang dapat diajukan oleh pemegang mencapai Rp6 juta untuk setiap satu hektar lahan yang dimiliki. Kredit juga dapat dibayarkan saat panen, sehingga tidak membebani petani.

Jamhani, petani di Desa Beringin Kecamatan Alalak mengaku gembira atas adanya program ini. Ia mengaku sangat terbantu terutama terkait penyediaan pupuk bersubsidi terlebih lagi dalam program terdapat KUR yang sangat membantu petani untuk mengajukan kredit usaha.

byd/humpro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.