Empat ABK KM Yang Yang 1538 Cina Langgar Administrasi Pelayaran

0
16 views

Pontianak, Infobanua Kapolda Kalbar bersama stakeholder lainnya, Senin (3/2) melakukan rapat koordinasi di ruang KSOP Pontianak. Koordinasi tersebut, terkait penangganan empat ABK warga negara Cina yang masuk ke Pontianak beberapa waktu lalu.

Satu unit kapal dengan nomor lambung YANG YANG 1538, sudah beberapa hari tertahan didalam kapal tersebut dilakukan pemeriksaan oleh KKP dan dinyatakan tidak ditemui indikasi atau suspect virus corona.

Menurut keterangan Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono, Kapal Asing KM YANG YANG 1538 datang dari Guangzhou China dengan membawa 4 anak buah kapal (ABK) dan sudah dilakukan pemeriksaan oleh KKP dan dinyatakan tidak ditemui indikasi atau suspect virus corona.

“Dari hasil rakor yang kita laksanakan ini bahwa fakta pertama dilapangan Kapal ini tidak dilengkapi dengan dokumen resmi, ada beberapa undang undang yang dilanggar. Ini sudah jelas harus kita tindak tegas berdasarkan hukum yang berlaku” ujar Kapolda Kalbar

Selain itu ia melanjutkan bahwa dari hasil pemriksaan menggunakan alat pengukur suhu panas infrared bahwa tidak ada yang sakit atau bisa dinyatakan dalam keadaan sehat.

Walau dinyatakan sehat oleh pihak KKP kelas II Pontianak, dari hasil rapat dengan pihak terkait bahwa Kapal Asing KM YANG YANG 1538 ini akan dilakukan tindakan tegas dan tidak akan masuk ke Pontianak. Hal ini ditegaskan langsung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono

“Walau dinyatakan sehat, Kapal beserta ABKnya tidak akan masuk ke Pontianak karena sudah melakukan pelanggaran hukum” tegasnya

Dalam kesempatan ini Kapolda Kalbar juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat agar tidak mudah terpercaya dan resah terhadap informasi informasi yang cepat beredar di media social terutama yang berkaitan dengan virus corona. Ia meminta warga Kalbar untuk menyerahkan semua kepada pihak yang berwewenang dan mencari informasi melalui instansi yang memang menangani hal tersebut.

Terkait ABK berwargakenegaraan China hingga akhirnya menimbulkan keresahan, dari pihak KKP sudah melakukan pemeriksaan diatas perairan yang berada di zona karantina dan jauh dari daratan dan lingkungan masyarakat.

Kepala KKP Pontianak Rahmat Subakti mengungkapkan bahwa timnya sudah melakukan pemeriksaan sesuai standar yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan terhadap 4 ABK berbendera China tersebut. Hasilnya dinyatakan sehat.

“Tim dari KKP saat mendapat informasi mengenai kapal asing tersebut langsung mengambil langkah dan berkoordinasi dengan KSOP. Kita lakukan pemeriksaan sesuai standar yang dikeluarkan Kemenkes. Berikut petugas juga menggunakan masker dan pelindung badan yang sesuai standar” ungkap Rahmat.

Senada dengan Kepala KSOP Stanislaus W. Wetik, dijelaskannya, ada beberapa prosedur untuk pemasukan kapal asing yang tidak dipenuhi oleh pemilik kapal sehingga prosesnya sampai saat ini masih belum berjalan.

Sampai dengan saat ini, proses pengawasan kapal masih di KKP dibantu Polda, TNI dan Gubernur Kalbar.

“Sampai sekarang masih kewenangan KKP, untuk terinfeksi atau tidak, tetapi kapal yang 1538 kapal dari cina ini berawak empat orang masih di karantina,” terang dia.

Ia juga menyesalkan timbul masalah administrasi pelaporan dari pemilik kapal pada saat masuk ke Pelabuhan Dwikora.

“Seharusnya, Kapal tersebut sudah harus melaporkan kedatangannya, satu minggu sebelumnya,” ungkap dia. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.