Rusak Lingkungan,  Warga Banyuwangi Minta Gubernur Khofifah Tutup  Pertambangan Tumpang Pitu

0
8 views

Surabaya, Infobanua.co.id – Warga Banyuwangi terus melakukan aksi penolakan terhadap pertambangan Tumpang Pitu di Banyuwangi. Warga  dari desa Sumber Agung  Banyuwangi yang telah ngontel dari Banyuwangi ke Surabaya, berturut-turut mengggelar aksi dengan menggelar istighosah di depan kantor gubernur Jatim, Kamis (20/2/2020).

“ Kami ingin gubernur menemui kami dan menyatakan penutupan tambang tumpeng pitu. Kami akan terus berjuang bahkan sampai akan melakukan aksi mogok makan jika tuntutan kami tak dipenuhi,”menurut Arifin salah satu peserta aksi.

Sedangkan peserta aksi lainnya bernama Usman mengatakan dalam aksi tersebut, pihaknya juga akan menyerahkan ribuan tanda tangan warga yang rumahnya berada di sekitaran pertambangan tumpeng pitu Banyuwangi.

“ Kami tak akan menyerah sampai disini. Kami akan terus berjuang sampai tambang pitu yang saat ini di perluas area pertambangan ditutup oleh Pemprov,”jelasnya.

Dijelaskan oleh Usman dengan adanya tambang tersebut, warga sekitar mengalami beberapa kerugian antara lain merusak kualitas lingkungan hidup , sosial dan perekonomian warga.

“ Manajemen PT Bumi Suksesindo (PT BSI) dan PT Damai Suksesindo (DSI) tutup mata akan kerugian warga,”jelasnya.

Sementara itu, dalam aksi tersebut warga mengeluarkan beberapa tuntutan antara lain mendesak gubernur Jatim menutup pertambangan tumpeng pitu dan mendesak gubernur untuk memulihkan Kawasan yang telah rusak sebagai dampak dari pertambangan tumpeng pitu tersebut. (Tryk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.