Wanita TKI dari China, Menjalani Isolasi Mandiri di Inhil

  • Whatsapp

TEMBILAHAN,- Seorang wanita Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari China (zona merah COVID-19), menjalani Isolasi mandiri selama 14 hari di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. TKI tersebut tiba di Terminal Bandar Laksamana Indragiri, Kota Tembilahan, Sabtu (28/3/2020) malam.

Menurut Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan Dr Saut, saat dihubungi MataPers.com, Minggu (29/03/2020) mengatakan, suhu tubuh TKI tersebut normal.

“Kondisi suhu wanita TKI itu masih masuk batas normal dan kita sudah lakukan pengecekan suhu tubuhnya hari ini yakni 37.05 derajat Celcius,” ujar dr. Saut.

Juru bicara penanangan dan pencegahan Covid-19 Kabupaten Inhil’ Trio Beni Putra’ secara terpisah menyampaikan kepada media, TKI itu bukan warga Tembilahan-Inhil, melainkan warga Provinsi Jawa Timur. Meski begitu, karena baru tiba dari luar provinsi dan pernah punya riwayat datang dari zona merah Covid-19, pihaknya langsung meminta TKI itu menjalani isolasi mandiri.

“Dia Tenaga Kerja Indonesia (TKI), dan sudah lama pulang dari China.  Kemudian sempat jalan-jalan dan lama di Jawa,” terang Trio.

Kemudian karena ada persoalan keluarga (dengan suaminya), tutur Trio, dia kemudian pergi ke Tembilahan ingin mengunjungi adiknya yang tinggal di Tembilahan. “Jadi saat dia mau mengunjungi adiknya tidak dibenarkan, sehingga  kita sarankan untuk menginap di penginapan dan kemudian kita arahkan untuk mengecek di IGD RSUD Puri Husada karena alat sudah ada. Terus dia juga kita pinta untuk mengisolasi diri dulu selama 14 hari. Dari hasil pemeriksaan tadi negatif,” kata Trio Beni Putra

Ditambahkannya, walaupun TKI tersebut kondisi tubuhnya sehat dan suhu tubuhnya batas normal, namun wajib dilakukan isolasi mandiri selama 14 ke depan. “Cuman mana tau di tubuhnya ada apa-apanya. Ini untuk kewaspadaan dan berjaga-jaga saja,” papar Trio yang juga plt Kadis Kominfo Pemkab Indragiri Hilir tersebut.

Sementara itu Mohammad Wahyudin, Anggota DPRD Inhil dari Partai Gerindra , menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi wabah virus Corona.

“Namun kita harus bersatu dan saling membantu dalam penanganan dan pencegahannya untuk kepentingan keselamatan masyarakat Inhil,” kata Wahyudin.

Ditambahkan Wahyudin, pencegahan Corona atau Covid-19 di Kabupaten Inhil merupakan tanggung jawab bersama dan masyarakat Inhil harus mengikuti aturan dan himbauan dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, agar misi pencegahan penanganan ini tercapai.

“Kami menghimbau masyarakat saat ini menghindari keramaian untuk sementara waktu, selalu bersih dan rajin cuci tangan pakai sabun,” kata Anggota DPRD Inhil Wahyudin.

Sumber Matapers.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *