Status Medan Ditetapkan Menjadi Darurat Bencana  Covid-19

  • Whatsapp

Medan (Sumut), Infobanua.co.id – Ir H Akhyar Nasution, M. Si., Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, menetapkan Status Tanggap /Darurat Bencana Wabah penyakit Akibat Corona Virus Disease 2019 (Cocid-19) di Kota Medan. Status ini akan berlaku sampai 29 Mei 2020. Sebelumnya, Kota Medan menyandang Status Siaga Darurat Bencana Non Alam Covid-19.

Perubahan Status ini dituangkan dalam Surat Keputusan Wali Kota Medan No.188.44/47.K/III/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19 di Kota Medan.

Perubahan status ini dilakukan sehubungan Eskalasi Orang Terjangkit, serta percepatan penanangannya yang membutuhkan Cepat, Tepat, Fokus, Terpadu, dan Sinergitas.

Akhyar dalam uraiannya menerangkan, hasil diskusi dengan Kadis Kesehatan Kota Medan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terkait di Lingkungan Pemko Medan, bahwa hasil analisis lapangan menunjukkan Eskalasi Kejadian Peningkatan Wabah Covid-19 begitu cepat sekali, termasuk angka kematian yang cukup tinggi dari Penderita Positif Covid-19.

“Berdampak masih pro aktifnya mobilitas penduduk yang masih banyak di luar rumah tentunya sangat berisko untuk Penularan Wabah Covid-19. Sebab itu, perubahan status ini dilakukan untuk mendukung penanganan yang dilakukan, sekaligus Mencegah Semakin Banyaknya Warga Yang Terjangkit Wabah Covid-19 di Wilayah Kota Medan,” unglap Akhyar di Medan, Rabu (01/04/2020).

Disamping Itu, Akhyar memaparkan, perubahan status ini juga mempertimbangkan Surat keputusan Gubsu No.188.44/1754/KPTS/2020 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Provinsi Sumut.

Berdasarkan Surat Keputusan tersebut, sebut Akhyar,  Kota Medan harus tetap siaga,dan sangat memandang perlu untuk mengikuti peningkatan status yang telah ditetapkan oleh Gubsu dari Status Siaga Bencana menjadi Status Tanggap Darurat Bencana.

Akhyar lebih lanjut menyatakan, “Biaya yang timbul akibat ditetapkannya keputusan tersebut dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), atau sumber lain yang sah, dan tidak mengikat, sesuai dengan ketentuan Peraturan, dan Perundang-undangan,” terangnya.

Yang mendasari terkaitnya perubahan status tersebut, Akhyar kembali mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ke luar rumah jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak. Yang sangat penting harus dilakukan, sering membersihkan tangan dengan mengunakan Hand Sanitizer, maupun sabun, menggunakan Masker ketika terpaksa harus ke luar rumah, serta Menerapkan Physical Distancing (Jarak Fisik) Minimal 1 Meter.

Aksi giat Pemko Medan saat ini, jelas Akhyar,akan terus melakukan langkah-langkah konkret guna memutus mata rantai Penyebaran Covid-19, seperti Penyemprotan Disinfektan di Seluruh Wilayah Kota Medan, Penutupan Beberapa Ruas Jalan Guna Mengurangi Mobilisasi Masyarakat, Penertiban Tempat-tempat Keramaian.

“Kebijakan Pemerintah menjadi pedoman Kita, supaya selalu siap, dan tetap waspada akibat yang ditimbulkan Penyebaran Wabah Virus Corona tersebur. Mari bersama-sama kita putus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan tetap menjaga kebersihan diri, dan mengurangi aktifitas di luar rumah,” jelasnya.

(DW/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *