Tangkal Pandemi Corona, Disnakertrans Kabupaten Blitar tak Keluarkan Rekomendasi

95 0

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Blitar, untuk memutus penyebaran pendemi corona, memperketat pengawasan Tenaga Kerja Asing. Sejak 16 Maret lalu, Disnakerstrans Kab.Blitar tidak lagi mengeluarkan izin rekomendasi bagi calon tenaga kerja Luar Negeri.

“Tidak mengeluarkan izin rekomendasi berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) untuk Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI),” kata Kepala Disnakertrans, Haris Susanto kepada awak media melalui hand phone nya, Rabu 08-04-2020.

Menurut Haris sebelum wabah virus corona merebak, tercatat 400 – 500 pemohon untuk memperoleh izin rekomendasi menjadi tenaga kerja luar negeri atau TKI.

Selain menutup pelayanan izin, sesuai Surat Edaran Disnaker Provinsi Jawa Timur Nomor : 094/2275/108/2020, pihaknya juga akan melakukan monitoring untuk memastikan pekerja CPMI yang saat ini berada di BLKN dalam kondisi tidak terpapar covid-19.

Masih nenurut Haris, terkait dengan registrasi CPMI Biometrik/ID CPMI secara daring, pihaknya masih sedang menyempurnakan aplikasi. Sebab, masih ada beberapa tahapan CPMI harus tetap datang ke Kantor Disnakertrans Kab.Blitar di Jln. Imam Bonjol, 7 Kota Blitar.

“Ke depan dengan aplikasi yang kita namakan Sistem Infromasi Tenaga Kerja (Sinaga), maka kita akan mengetahui negara mana saja yang membutuhkan tenaga kerja. Selain itu, sistem akan terintegrasi dengan Sisko TKLN, maka ID CPMI bisa selesai dalam sehari,” jlentreh Haris.

Lebih lanjut Haris menerangkan bahwa, selama masa lockdown ini pihaknya akan memperbanyak intensitas sosialisasi pola hidup sehat kepada PJTKI. Utamanya memberikan materi pola penyebaran, penularan dan cara mengantisipasi virus corona.

Berdasarkan data Disnakertrans Kabupaten Blitar, pada tahun 2020 pemerintah telah memberangkatkan sebanyak 684 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke berbagai negara. Jumlah itu terbagi menjadi 290 PMI ke Hongkong, 321 PMI ke Taiwan, 12 PMI ke Brunei Darussalam, Malaisya 35 dan Singapuran 23 PMI.

Sedangkan untuk wilayah Timur Tengah hanya ke Kuwait sebanyak 2 PMI dan daratan Eropa ke negara Polandia sebanyak 1 PMI.

“Sementara terkait kepulangan PMI, tercatat hinga April hari ini sebanyak 301 orang”, pungkas Haris. (oke)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com