Atasi Problem Pasca Pandemi Corona, Gubernur Babel Mulai Bahas Strategi Ketahanan Pangan

106 0

PANGKALPINANG, – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung terus berusaha dan berupaya bersama Forkopimda dan Bupati/Walikota mencari solusi menyelesaikan dampak pandemi corona ini.

Bahkan tidak saja mencari dan mengerjakan program mengatasi pandemi corona sekarang ini, Gubernur Babel Erzaldi Rosman juga mulai mencari strategi pasca pandemi ini. Yang menjadi konsentrasi Gubernur Erzaldi saat ini adalah ketahanan pangan Bangka Belitung.

Seperti yang gubernur lakukan Senin (20/4/2020).  Melalui video conference (vidcon), Gubernur Erzaldi Rosman di dampingi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Babel Juhaidi, mengadakan diskusi membahas strategi ketahanan pangan di Babel, bersama para Kepala Dinas Pertanian se-Babel.

Beberapa strategi yang disampaikan di antaranya adalah mendorong para petani memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Untuk itu, Gubernur Erzaldi Rosman meminta para kepala dinas agar lekas bergerak mensosialisasikan KUR yang akan dilakukan secara roadshow dan segera mempersiapkan jadwal kunjungan. Sehingga pada minggu pertama bulan Ramadan ini sudah dapat bergerak.

Dengan pemanfaatan KUR, dikatakan Gubernur Erzaldi dapat menstimulus dan mengoptimalkan hasil pertanian, mengingat untuk hasil yang optimal dibutuhkan dana yang cukup besar.

“Yakinlah dengan KUR ini kita akan lebih optimal, untuk hasil optimal perlu dana yang cukup besar. Kalau petani tidak mengambil ini (KUR) sangat rugi, sangat disayangkan. Segera siapkan jadwal-jadwal kunjungan, karena kita sudah berburu dengan waktu,” ujar Gubernur Erzaldi Rosman.

Untuk persyaratan administrasi yang dikeluhkan para petani karena terlalu menjelimet, maka Gubernur Erzaldi Rosman akan mencoba melakukan persuasi kepada pihak bank, agar persyaratan administrasi penerimaan KUR tidak susah dan dapat dipermudah bagi para petani.

Mengenai data hasil padi, Gubernur Erzaldi Rosman meminta kepada para kepala dinas pertanian tidak hanya luasan tanam saja yang disampaikan, karena sangat penting untuk sasaran program hingga ke titik lokasi agar lebih mudah memfokuskan penanganan terhadap suatu komoditi.

“Saya minta disamping data luasan tanam, didata lagi daerah mana saja, dan rata-rata berapa ton gabah kering yang dihasilkan. Sehingga kita bisa melihat daerah mana yang produktifitasnya masih rendah, dan mana produktifitasnya sudah tinggi. Sehingga konsentrasi penanganan kita terhadap satu komoditi lebih fokus lagi,” ungkap Gubernur Erzaldi.

Selanjutnya adalah mengenai strategi penanaman untuk holtikultura, khususnya tanaman cabai yang menjadi perhatian Pemprov Babel, dikarenakan saat ini telah terjadi over supply.

Terjadinya over supply mengakibatkan harga cabai di pasar menjadi turun, hal ini merupakan imbas dari tahun lalu di mana harga cabai saat itu sedang tinggi melampaui harga lada. Pemprov meminta kepada para kepala dinas pertanian untuk membantu petani cabai dalam membuka akses pasar.

“Tolong bantu petani cabai kita, segera bermitra dengan para pengepul atau agen cabai, sehingga apabila sudah diketahui kapan panennya, berapa total panen nya. Agen-agen tersebut tidak perlu lagi mendatangkan cabai dari daerah luar,” tambahnya.

Lebih jauh, mengenai lahan-lahan yang belum tersedia irigasinya di berbagai kabupaten agar untuk segera disampaikan kepada pemprov agar dimanfaatkan menjadi optimalisasi lahan.

Disampaikan juga oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Babel terkait pupuk yang mengalami rasionalisasi. Pada tahun ini pupuk mengalami penurunan hingga 50%. Dengan terjadinya kekurangan tersebut, KUR dapat menjadi salah satu solusi bagi petani. (Doi)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *