Polda Kalsel ‘OTT’ Ratusan Kubik Kayu ‘Illegal Logging’ di Dua Gudang Milik CH dan BY di Banjarmasin

  • Whatsapp

Bravo Polda Kalsel! Dua oknum pengusaha kayu berinisial CH dan BY yang diduga membeli hasil kayu illegal logging akhirnya terkena batunya. Seminggu lalu, Polda Kalsel berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di dua gudang kayu milik oknum pengusaha kayu ini di Kota Banjarmasin.

Informasi yang dihimpun infobanua.co.id – menyebutkan, ratusan kayu yang dimilirkan dari Muara Teweh dan Kuala Kurun ini, diduga sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Bisa dibayangkan kerugian negara dan kerusakan hutan akibat pembalakan liar ini.

“Kondisi kayu saat ditemukan, dalam kondisi pacakan gesek sensow (chain saw). Kayu yang diduga illegal tersebut masuk ke dua gudang kayu di Banjarmasin ini patut diduga sudah berlangsung hampir 4 tahun,” sebut sumber dilapangan yang enggan ditulis jati dirinya, Sabtu (18/4/2020).

Sementara Direktur Kriminal Khusus Polda Kalsel Kombes Pol. Masrur membenarkan, hasil OTT di dua Gudang kayu pengusaha CH dan BY. “Kasus ini masih dalam proses penyidikan,” jawabnya singkat Ketika dimintai komentarnya, Senin siang (20/4/2020).

Mantan Direskrimsus Polda Maluku Utara yang baru beberapa bulan menjabat di Polda Kalsel ini juga membenarkan temuan ratusan kubik kayu berasal dari Provinsi Kalimantan Tengah. “Ya kayu itu, dari wilayah Kalimantan Tengah,” sebutnya.

Hasil gemilang Polda Kalsel dibawah kepemimpinan Irjen Pol. Yazid Fanani ini patut diapresiasi—sebagai seorang reserse mantan Direktur Tipiter Bareskrim Polri dan mantan Babinkum BIN.  Jenderal suka memasak ini juga pernah jadi Kapolda Jambi—sehingga tahu pelaku aksi-aksi illegal logging di wilayahnya.

Tumpukan kayu diduga ileggal logging di gudang kayu di Banjarmasin hasil OTT Polda Kalsel. (foto:ist)

Dua pengusaha berinisial CH dan BY seharusnya bisa langsung dijadikan tersangka. Karena sudah di OTT. Bahkan barangnya sudah disita dan dipindah ke Gudang tempat penyimpanan barag sitaan. Dua oknum pengusaha yang diduga memiliki kayu illegal dengan kondisi gesekan pacakan gesek sensoan bukan bangsaw. Juga sudah menerbitkan dokumen kayu. Dimana tidak berhak lagi menerbitkan dokumen lanjutan, karena semua izin TPPKO dilarang terbitkan dokumen.

BACA JUGA: https://infobanua.co.id/2020/04/ilegal-loging-masih-marak-di-kalimantan-tengah/

Sehingga CH dan BY bisa ditersangkakan dengan Pasal 84 ayat 1, Pasal 87 ayat 1  huruf b Undang- undang No 18 tahun 2013 tentang pencegahan pemberantasan  pengrusakan hutan  jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Juga harus ditelusuri sumber kayu milik CH dan BY ini dari Muara Teweh dan Buntok, Kuala Kurun dan Kuala Kapuas Kalteng. Lewat petunjuk itu maka CH dan BY seharusnya bisa ditahan, karena sudah terkena OTT di dalam Gudangnya. Hal ini berbeda, jika terindikasi  dengan tertangkap basah.

Logikanya pencuri yang OTT mencuri handphone (HP) atau mencuri motor– yang harganya Rp2 juta  bisa langsung ditahan. Tapi ini CH dan BY sudah mengerjakan kayu diduga hasil illegal logging selama lebih dari 1 tahun.

Selama ini CH dan BY terkesan tak bisa disentuh. Karena diduga kuat ada ‘oknum’ yang terlibat. Atas hal itu, seharusnya penyidik krimsus juga memanggil pihak yang mengirimkan ratusan kayu yang diduga illegal tersebut. Guna mengungkap praktek ‘nakal’ yang dilakukan CH dan BY selama ini. TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar