Pasien PDP 1 Orang Meninggal Di Rujuk Ke Rumah Sakit Sintang

0
22 views

Sekadau – meningal. pada pukul 01.50 tadi malam, meski belum positif terpapar virus covid-19,namun sebagai langkah antisipasi prosesi penguburannya tetap mengikuti standar WHO.

Karna sambil menungu hasil tes lanjutan yakni WAP tenggorokan almarhum, hanya saja hasilnya masih menungu, karna untuk mengetahui hasil positif atau tidak harus menungu dari Jakarta.

“Tapi pemakaman tetap mengunakan standar WHO, kita juga sudah krim tim kesana lengkap dengan OPD. Dari rumah sakit Sintang langsung di bawa ke pemakaman, tidak singah di rumah duka lagi,” kata Henry Alpius juru biaca gugus tugas percepatan penangganan covid-19 kabupaten Sekadau, Sabtu (11/4/2020) di aula Dinkes Sekadau.

Lebih lanjut Henry menjelaskan,saat ini di kabupaten Sekadau Orang dalam Pemantauan (ODP) 180 orang, sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) 8 orang, dan PDP 1 orang yang sudah almarhum.

Yang dimaksud dengan OTG adalah, sambung dia, orang tersebut tidak ada gejala, hanya saja riwayat perjalanan dia,berasal dari daerah yang terpapar, inilah hiatorys sehinga orang tersebut masuk OTG.

Sedangkan OPD adalah orang yang datang dari luar, masuk ke Sekadau, untuk ODP mereka tidak saja baru dari daerah terpapar, melainkan mereka yang baru datang dari luar Sekadau, dan mereka kita lakukan secrening awal rapid tes.

“Mereka masuk dalam kategori ODP,” jelas Henry.

Untuk lebih efektif menjaga agar tidak terpapar, tambah Henry,hanya dengan tiga hal, pertama hindari kerumuman orang, cuci tangan pakai sabun, gunakan masker. Apabila tiga hal inj bisa dilakukan secara baik, maka kita semua pasti tidak mudah terpapar.

Sementara itu ditempat yang sama Dr Ketut kepala Rumah Sakit Umum Sekadau dalam.penjelasanya mengatakan, untuk di ketahui bahwa rumah aakit Sekadau bukanlah runah sakit yang di tunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien covid -19.

Tapi, jika ada pasien yang terpapar seperti PDP 01, sebelum di bawa rumah sakit rujukan, maka harus di isolasi dulu di tempat kita.

“Makannya di RSUD Sekadau juga ada OPD bagi tenaga medis,”terang Ketut.

Sementara itu Dr. Seriyanti Sirait salah satu dokter spesialis paru-paru, dalam paparanya mengatakan, bahwa untuk menentukan orang tersebut sebagai Pasien Dalam Pemantauan (PDP) tentu berdasarkan riwayat perjalanan, serta rekam radiologi penyakit, misalnya ciri-cirinya mendekati gejala virus covid-19.

“Ditambah lagi, dengan riwayat perjalanan, misalnya kalau dia pulang dari daerah yang terpapar, lalu sakit, kemudian ciri-cirinya mirip dengan gejala penyakit covid -19, maka yang bersanhkutan kita tetapkan sebagai PDP,” terangnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.