PSBB Tidak Melarang Semua Aktivitas, Warga Jangan Panik

  • Whatsapp

Ciamis Infobanua.co.id – Rupanya PSBB ini belum sepenuhnya diketahui masyarakat jadi masyarakat yang belum tahu akan panik.

Sehingga banyak warga menganggap PSBB ini melarang semua aktivitas warga sehingga mereka akan kesulitan beraktifitas terutama dalam mencari nafkah, Tidak .

“Ani Supiani .St .Msi.selaku humas setda Kabupaten Ciamis Jawa Barat Menerangkan, “Bahwa PSBB ini sifatnya hanya MEMBATASI bukan mengunci warga di dalam rumah dan melarang semua aktivitas warga.

PSBB yang sudah diterapkan di 5 wilayah Jawa Barat ini mengatur pembatasan aktivitas masyarakat. Mulai dari sekolah dan institusi pendidikan, tempat kerja, fasilitas umum, tempat ibadah, pembatasan kegiatan sosial budaya, pembatasan penggunaan modal transportasi, penggunaan kendaraan pribadi.”Katanya.

Dalam Pergub Jawa Barat Nomor 27 Tahun 2020 mengatur bahwa kegiatan belajar, bekerja dan beribadah harus dilaksanakan di rumah masing_masing.

Lalu, ada ketakutan dengan PSBB yang punya usaha atau jualan jadi gak bisa usaha ? Tidak Masih bisa jualan kok.

Unit-unit usaha yang bergerak di sektor-sektor tertentu diizinkan beroperasi selama PSBB.

Adapun sektor-sektor usaha tersebut adalah:

Kesehatan (klinik, rumah sakit, bidan, apotek dll)

Bahan pangan/makanan/minuman (warung, kedai, restoran, warteg, amang2 cilok, seblak, tutut, dll pokokna mah makanan minuman dan pangan masih boleh jualan tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan. Jaga jarak, pakai masker, gak boleh jadi tempat nongkrong, khusus restoran makanannya dibungkus tidak untuk makan di tempat.)

Energi (pom bensin, pangkalan gas, bensin eceran dll)

Komunikasi dan teknologi informasi (konter pulsa dll)

Keuangan,
logistik,
perhotelan,
konstruksi,
industri strategis,
pelayanan dasar utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, dan kebutuhan sehari-hari.

Tapi semua institusi, instansi dan sektor yang masih bisa beroperasi saat pemberlakuan PSBB itu tetap diwajibkan menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19.

Protokol itu seperti menjaga jarak semua karyawan yang bekerja, mengecek suhu tubuh karyawan sebelum memulai pekerjaan, memastikan semua orang memakai masker, rutin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan cairan pembunuh kuman.

Pimpinan tempat kerja wajib melarang bekerja karyawan, yang mempunyai penyakit yang bisa berakibat fatal apabila terpapar COVID-19, seperti karyawan yang memiliki tekanan darah tinggi, pengidap penyakit jantung, penderita penyakit paru-paru, ibu hamil, dan karyawan yang usianya lebih dari 60 tahun.

Pelaku bisnis, pemilik usaha yang masih dapat menjalankan usahanya ketika pemberlakuan PSBB juga diharuskan turut terlibat dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli warga.

Salah satunya dengan tidak menaikkan harga barang Kemudian, pelaku usaha mewajibkan karyawan dan pembeli menggunakan masker.
Kemudian juga ada pembatasan di sektor transportasi

Pergub Jabar Nomor 27 Tahun 2020 mengizinkan moda transportasi umum tetap beroperasi di saat PSBB berlaku, dengan syarat tertentu.

Pada saat PSBB berlaku, seluruh layanan transportasi umum di udara, laut, kereta api dan jalan raya masih bisa tetap berjalan, dengan pembatasan jumlah penumpang.

Ketentuan serupa berlaku untuk operasional transportasi yang digunakan di layanan pemadaman kebakaran, hukum, pengiriman barang/logistik kesehatan, dan penjagaan ketertiban.

Penggunaan mobil maupun sepeda motor dijelaskan secara rinci dalam Pergub. Misalnya, penggunaan mobil dan sepeda motor pribadi hanya boleh untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan aktivitas yang diizinkan selama PSBB. Motor atau mobil dipakai buat jualan yg diizinkan selama PSBB mah gak apa_apa selama mengikuti protokol kesehatan.

Pengendara juga diharuskan melakukan disinfeksi kendaraan, menggunakan masker, dan tidak mengemudi jika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit.

Khusus penggunaan mobil pribadi, penumpang maksimal setengah dari kapasitas kendaraan. Itu dilakukan agar PSBB di berjalan optimal.

Nah jadi begitu bapa/ibu jadi PSBB itu cuma membatasi, bukan mengunci semua. Tidak perlu risau dan takut berlebihan.

Tetangga kita Kota Bekasi, bandung bogor, Kabupaten Bekasi sudah lama melakukan PSBB dan semuanya terlihat normal Biasa. Beraktivitas biasa meskipun ada pembatasan pembatasan.

Ini adalah ikhtiar kita semua supaya Covid19 ini tidak makin menyebar. Ikhtiar ini tentu harus dibarengi dengan doa. Mudah2an tidak lama lagi tidak ada lagi warga yang terinfeksi Covid19.”Terangnya.

( Mahendra )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *