Bupati HSS Targetkan Pembangunan Mall Pelayanan Publik Terealisasi 2021

  • Whatsapp

KANDANGAN – Lokasi rencana membangun Mall Pelayanan Publik akhirnya sudah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan.

Lantai dua dan tiga Pasar Los Batu, Kota Kandangan, Kabupaten HSS, dipastikan bakal menjadi pilihan.

Sebelumnya, lokasi alternatif pertama adalah eks RSUD H Hasan Basry yang kemudian dinilai kurang strategis untuk diakses masyarakat.

Bupati HSS, Achmad Fikry, bersama Wakil Bupati, Syamsuri Arsyad, melakukan peninjauan ke lantai dua dan tiga Pasar Los Batu, Senin (4/5/2020).

Kunjungan juga disertai Sekda HM Noor dan Kepala Dinas Perdagangan Sudiono.

Mereka bersama-sama melihat langsung kondisi ruang yang bakal dijadikan MPP tersebut, yang kini masih dalam status sewa Sky Games, arena bermain anak-anak.

Ruang yang berseberangan dengan Hotel Rakat Mufakat milik Pemkab HSS tersebut, cukup luas.

Ruang di sisi kirinya kosong tak terpakai dan rencananya menjadi bagian dari MPP.

Sedangkan khusus untuk disabilitas, disediakan ruang di lantai dua pasar Los Batu, di salah satu ruangan yang juga cukup luas.

Menurut Kepala Dinas Pasar, Sudiono, status sewa tersebut bisa berakhir jika Pemkab HSS memerlukan, sesuai dengan perjanjian awal.

“Jadi, tidak masalah, kalau tempatnya kami ambil alih saat diperlukan nanti,”katanya.

Sementara itu, Bupati Achmad Fikry menyatakan, dipilihnya Pasar Los Batu sebagai tempat pelayanan publik karena lokasi ini lebih strategis.

“Akses orang datang ke sini cukup mudah dengan parkir yang luas, bisa sambil belanja juga. Untuk tata letaknya, nanti diatur mulai 2021. Paling tidak, semangat regulasinya sudah ada. Semangat kami adalah memberikan pelayanan terbaik, masyarakat bisa mendapatkan beberapa pelayanan pada satu tempat. Sekarang, tinggal menyiapkan anggaran,” urai Fikry.

Dia pun mempersilakan lembaga vertikal, kepolisian dan kejaksaan, ikut memberikan pelayananya di MPP. Termasuk kalangan perbankan, PLN serta instansi vertikal lainnya meramaikan mall tersebut.

Rencana, semua pelayanan masyarakat ada di tempat itu sehingga memudahkan masyarakat dalam berurusan baik adminisrasi, perizinan, dan jenis-jenis pelayanan lainnya.

“Rencana sementara ini, ada 17 pelayanan. Insya Allah pada tahun 2021, jika anggaran daerah memungkinkan, Mall Pelayanan Publik direalisasi,” jelas Fikry.

Diakui untuk 2020, kegiatanpembangunan fisik banyak tertunda karena sebagian dana dikerahkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Namun jika wabah berakhir, dana bisa dikembalikan meski nilainya tak sebanyak seperti semula.

Sumber:  banjarmasin.tribunnews.com 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *