Media Terverifikasi Dewan Pers
Beli Tema IniIndeks
banner 728x250
Uncategorized  

Usai Pesta Miras, Sembilan Warga Blitar Tewas

banner 120x600
banner 468x60

Blitar, Infobanua.co.id – Diduga over dosis setelah pesta Minuman Keras (Miras), sembilan warga Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tewas.

Menurut keterangan yang disampaikan Kades Rejowinangun, Bagas Wigasto, bahwa pada Sabtu 02-05-20 malam di rumah warganya berinisial M, ada tujuh orang yang minum Miras. Mereka membeli dari pedagang berinisial L, warga Desa Plosorejo timur Desa Rejowinangun.

banner 325x300

Menurut Bagas, pesta miras itu dilakukan di rumah M. Mereka mulai minum sejak Sabtu 02-05-20 malam hingga Minggu 03-05-20. Senin 04-05-20, mereka mulai mengeluhkan mual dan pusing berkepanjangan.

“Minggu, 03-05 sanpai Selasa, 05-05 yang meninggal dari Rejowinangun ada dua orang. Yaitu M (43) dan AW (40). Kemudian yang dirawat itu anak M berinisial A (20) dan temannya I (20),” kata Bagas kepada awak media, Rabu 06-05-2020.

Menurut Bagas, pesta miras tak hanya di Desa Rejowinangun. Namun sejak Kamis 30-04 malam, pesta miras juga digelar di Desa Plosorejo. Menurut Paur Umum Desa Plosorejo, Sugiono, ada lima warganya yang meninggal secara beruntun sejak Minggu 03-05 sampai terakhir Selasa 05-05 malam.

“Meninggalnya ada yang di rumah sakit, ada yang di rumah. Mereka itu WC, MR, J, S yang dimakamkan tadi malam dan SW ini mau autopsi di RS Mardi Waluyo Kota Blitar,” jlentreh Sugiono.

Menurutnya ada juga warga Desa Darungan yang meninggal setelah pesta miras.

“Yang dari Darungan itu S dan SM. Keduanya meninggal di RS Aminah tanggal yang sama 05-05. Hanya yang satu siang, satunya malam,” terangnya.

Perangkat desa awalnya tidak menyadari adanya kematian warganya. Namun ketika muncul kematian beruntun dan setelah ditelusuri, ternyata yang meninggal usai ikut minum miras yang dibeli dari satu lokasi yang sama. Yakni pedagang berinisial L di Desa Plosorejo.

Wadir Pelayanan dan Penunjang RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr Herya Putra membenarkan jika pihaknya merawat empat pasien asal Kecamatan Kademangan. Yang dua telah meninggal dunia dan dua lainnya masih dirawat.

“Sementara karena intoksikasi curiga metanol. Di Mardi Waluyo ada 4 pasien, 2 meninggal, 2 rawat inap kondisi baik,” jelasnya.

Sampai berita ini dimuat belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani. (Eko.B)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.