Saat Urus Paspor Diduga WNA Bangladesh Ditangkap Petugas Imigrasi Bltar

  • Whatsapp

Blitar, Infobanua.co.id – Karena tidak memiliki paspor dan dokumen keimigrasian. Milon Hossain (44), diduga Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh, ditangkap saat mengurus paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Srengat, Blitar.

Saat ini, kasusnya sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar. Kanim Blitar sudah melimpahkan tahap kedua, yaitu, tersangka dan barang bukti ke Kejari Blitar.

“Saat ini, penyidikan PPNS Kanim Blitar telah mendapatkan surat P21 atau surat pemberitahuan hasil penyidikan Nomor B.508/M.5.22/Euh.1/04/2020 tanggal 09 April 2020 dan telah dilaksanakannya secara online tahap 2 atau pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejari Blitar,” kata Kasi Intelijen dan Penindakan, Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar, Denny Irawan, Kamis 07-05-2020.

Menurut Denny, penangkapan Milon berawal ketika yang bersangkutan mengurus paspor di Kanim Blitar akhir April 2020. Milon mengurus paspor di Kanim Blitar diantar istrinya yang merupakan Warga Kabupaten Blitar.

Awalnya, proses pengurusan paspor yang dilakukan Milon berjalan normal. Milon melampirkan sejumlah persyaratan seperti KTP, KK, dan akta kelahiran. Di KTP, nama yang tertulis adalah Muhammad Main Uddin, kelahiran Samarinda, 9 Oktober 1978 silam.

Milon juga melampirkan buku nikah asli dengan istri WNI asal Kabupaten Blitar.

Untuk diketahui, mereka menikah sudah 13 tahun ketika sama-sama berada di Malaysia. Awalnya, mereka menikah siri di Malaysia.

Tapi pada April 2020, mereka mengajukan nikah resmi di KUA.

Saat proses foto dan sidik jari biometrix, petugas Imigrasi juga melakukan wawancara terhadap Milon. Saat proses wawancara, petugas curiga dengan logat atau aksen bicara Milon. Selain itu, Milon juga tidak bisa menjelaskan riwayat hidupnya dengan lancar ke petugas.

Karena curiga, petugas mengamankan Milon. Setelah diinterogasi, Milon ternyata bukan WNI. Milon diduga WNA Bangladesh yang masuk ke Indonesia lewat jalur nonprosedural di Batam.

“Dia mengurus paspor di Kanim Blitar supaya dapat kembali ke Malaysia. Sebab, sebelumnya dia telah masuk ke Indonesia tidak melalui Pemeriksaan Pejabat Imigrasi, melainkan melalui pelabuhan tidak resmi di Batam. Dia tidak memiliki paspor dan dokumen keimigrasian,” pungkas Denny. (Eko.B).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *