BLT Dana Desa di Balangan Diserahkan, Begini Aturan Anggaran dan Pembagiannya  

oleh -1 views

PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan, berikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa demi menjaga daya beli masyarakat miskin di pedesaan yang terdampak Covid-19.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Balangan, Urai Nur Iskandar, BLT dana desa diatur oleh pemerintah tergantung seberapa besar pagu dana desa untuk di masing-masing desa.

Tentunya BLT dana desa ini sebagai upaya Pemkab Balangan untuk menangani dampak dari Pandemi Covid 19 yang terjadi.

Selain itu, juga untuk mengcover bantuan dari pemerintah daerah dan pusat.

Ada mekanisme keuangan yang sudah diatur untuk anggaran BLT tersebut.

Dipaparkan Urai, apabila pagu dana desa di bawah Rp 800 juta, desa bisa menganggarkan BLT maksimal 25 persen.

Sementara untuk pagu dana desanya Rp 800.000 – Rp 1,2 miliar itu maksimal bisa menganggarkan BLT dana desa sebesar 30 persen, dan yang pagunya di atas Rp 1,2 miliar itu maksimal 30 persen.

Melalui BLT dana desa, diharapkan bisa benar-benar membantu masyarakat yang terdampak wabah Covid-19 di Kabupaten Balangan.

Perihal BLT itu pula, Kepala Bidang Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Balangan, Andi Firmansyah mengatakan, BLT berasal dari kebijakan Kementerian Desa (Kemendes) No.06/2020 Tentang Perubahan atas Permendes No.11/2019 tentang Prioritas Dana Desa.

Dilanjutkan surat edaran dari bupati dan disusul edaran dari Sekretariat Daerah.

Dimana diharapkan seluruh desa berdasarkan atas arahan Presiden dan Kementerian Desa pada awal Mei sudah menyerahkan BLT ini.

“Sebagaimana pertama arahan Presiden dan kedua surat-surat Kementerian Desa awal Mei sudah diserahkan BLT kepada penerima manfaat yang sudah disepakati dan musyawarah desa,” jelasnya, Minggu (10/5/2020).

Mekanisme BLT, dari pemerintah desa melalui Kepala Desa menerbitkan surat tugas untuk melakukan pendataan kepada masyarakat.

Surat tugas tersebut ujar Andi idealnya ditunjukan kepada Ketua RT, karena Ketua RT dianggap lebih memahami kondisi masyarakat yang berhak menerima.

Hasil dari pendataan dibahas dalam musyawarah desa.

Kemudian masyarakat yang sudah terdata disesuaikan dengan Permendes No.06/2020.

Tiga syarat utama penerima manfaat BLT ini adalah masyarakat miskin yang kehilangan mata pencaharian, keluarga miskin yang belum pernah terdata KKS, dan keluarga miskin yang mempunyai keluarga dalam riwayat sakit kronis atau sakit menahun.

Dari kriteria tersebut dapat diambil salah satu dan harus dipastikan tidak tumpang-tindih dengan bantuan lain.

“Jadi tidak dibenarkan apabila dalam musyawarah desa ada yang menyepakati bahwa dana tersebut dibagi rata dalam satu desa karena sudah jelas aturannya,” tegasnya.

Jumat (8/5/2020) Bupati Balangan secara langsung mulai menyerahkan BLT dana desa kepada warga.

Sasaran pertama kali yang didatangi adalah Desa Kasai, Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan, Kalsel.

Sumber: https://banjarmasin.tribunnews.com/

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.