Ketua MUI Sumbar : Tidak Ada Lagi Alasan Kuat Untuk Menutup Masjid

  • Whatsapp

Sumatera Barat, Infobanua.co.id –Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat (Sumbar) meminta pemerintah untuk membuka Masjid dan Musala untuk ibadah salat berjemaah dan menilai tidak ada lagi alasan kuat untuk menutup masjid dan musala meski pandemi corona masih melanda di dunia termasuk di Indonesia dan di Sumatera Barat.

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar melalui Sekretaris Umum Dr. Zulfian, SHL., MH mengatakan di dalam surat kapeda Gubenur Sumatera Barat untuk tahap awal ia meminta kepada daerah mulai dari gubernur, bupati dan wali kota untuk memfasilitasi umat penyeleangara ibadah di Masjid/Surau/Mushala dan memperbolehkan umat islam untuk melaksanakan ibadah salat berjemaah secara bertahap seperti melaksanakan salat Jumat.

“Kita berharap sudah saatnya Bapak Gubernur Sumatra Barat dan Bapak Bupati/Wali Kota se Sumatera Barat untuk memfasilitasi umat menyelenggarakan ibadah di Masjid/Surau/Musala secara bertahap dengan memulainya dari ibadah salat Jumat dengan tetap menjalankan prosedur pencegahan penyebaran Covid-19,” seperti yang tertulis dalam surat MUI Sumbar nomor B.017/ MUI-SB/V/2020 Padang, tanggal 12 Mei 2020 perihal berjamaah di masjid dalam Kondisi Wabah Covid-19.

Dirinya juga mengatakan langkah ini diambil setelah bermusyawarah dengan Pengurus Harian dan Komisi Fatwa MUI Sumatra Barat pada (11/5/2020) lalu. Menurutnya, saat ini tidak ada lagi alasan dan kemaslahatan yang kuat untuk meniadakan kegiatan ibadah di masjid dan musala.

“Tidak ada lagi kemashlahatan yang kuat untuk meniadakan kegiatan ibadah di rumah-rumah Allah,” katanya lagi.

Gubenur Sumatera Barat Irwan Prayitno melalui surat edaran dengan nomor: 360/117/covid-19-SBR/V-2020 pada tanggal 13 Mai 2020 membaca ataa surat Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Pemprov terlebih dulu menyampaikan terimakasih atas perhatian dan maklumatnya khususnya terkait kesmashalatan umat Islam dalam wabah menghadapi Covid 19.

Sehubungan dengan surat yang dimaksud, dapat disampaikan bahwa hal tersebut telah sesuai dengan press release kami pada tanggal 5 mai 2020, bahwa PSBB Tahap ll diperpanjang dengan mempertegas Peraturan Memteri Perhubunggan Nomor 25 tahun 2020 dan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 9 tahun 2020, sekaligus memberi kesempatan kepada Bupati/Walikota untuk membuat kebijakan memperbolehkan penyelenggaraan Sholat Juma’at Berjamaah di Masjid dengan mengikuti maklumat dan taushiyyah MUI Provinsi Sumbar nomor 007/MUI-SB/V/2020.

Kebijakan tersebut dapat diberikan kepada daerah yang telah menunjukan tidak adanya yang positif Civid 19 (zero covid 19) namun di kecuali kan untuk masjid di tempat transit, pinggir jalan, pasar dan atau dapat ke tempat keramaian. Dengan memperhatikan kearifan lokal (lokal wisdow) yang ada, Bupati/Walikota mensepakatinya dengan MUI Kabupaten/Kota untuk membuka kembali Masjid untuk pelaksaan Sholat Juma’at dengan memenuhi berbagai persyaratan covid 19,”terangya.

Lanjut MUI Sumbar, selain itu menurutnya, pemerintah pusat tidak konsisten dan tidak efektif dalam menangani penyebaran virus corona di Indonesia. Pemerintah pusat melarang kegiatan ibadah di masjid dan musala namun mengizinkan operasional seluruh angkutan transportasi sehingga membuat PSBB tidak berjalan efektif.

Meski demikian menurutnya masjid dan musala diminta untuk memberlakukan prosedur pencegahan penularan Covid-19 sesuai dengan Protokol Pedoman PSBB dan Penanganan Covid-19.

**Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *