Bupati HSS Pantau Rapid Test di Pasar Los Batu, Timkes Periksa Pedagang di Kandangan dan Nagara

  • Whatsapp

KANDANGAN – Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, H Achmad Fikry, memantau kegiatan rapid test yang dilaksanakan tim kesehatan Dinkes Kabupaten HSS, Selasa (19/5/2020) di Pasar Los Batu Kota Kandangan.

Pemantauan didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr Siti Zainab, Camat Kandangan Ronaldy P Putra, Kapolsek Kandangan, Danramil Kandangan, Kepala BNPB dan Kesbangpol serta Kepala Dinas Perdagangan.

Rapid test di Pasar Los Batu Kota Kandangan dilaksanakan di delapan blok. Setiap bloknya, diambil 40 orang pedagang untuk di test.

Dari beberapa sampel yang diambil dengan rapid test tersebut, hasilnya sementara non reaktif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 yang juga Kadinkes Kabupaten HSS, ‎Siti Zainab, mengatakan rapid test dilakukan karena di Pasar Sentra Antasari dan Sudimampir di Banjarmasin banyak kasus terkonfirmasi Covid-19. Bahkan, ada yang meninggal dunia.

Sedangkan para pedagang mengambil barang dari kedua pasar tersebut, khususnya untuk pakaian, konveksi dan plastik.

Mencegah penularan Covid-19 di Kabupaten HSS, terutama melalui pasar, tim mengambil langkah melakukan pelacakan di Pasar tersebut.

Tes dilakukan kepada pedagang pakaian, konveksi dan plastic di Blok B, ‎Blok C, Kali Mati, Amandit Taman, Amandit Tengah, Amandit Depan dan Lantai II dengan total 280 pedagang.

“Jika hasil rapid test reaktif akan dikarantina selama 14 hari dan dilakukan Swab PCR,” jelas Zainab.

Rapid test sebelumnya dilaksanakan di Pasar Negara Daha Selatan, Senin 18 Mei 2020. Ada 259 pedagang di blok Al, B, C, D, E, dan F yang diperiksa dan hasilnya non reaktif. “Alhamdulillah, semua hasilnya non reaktif,” kata Zainab.

Untuk Rapid Diagnostic Test (RGT) terhadap para pedagang di Pasar Nagara, pihaknya menurunkan enam tim yang dibagi untuk melakukan test dari blok A hingga blok F.

Dijelaskan, RGT dilakukan terhadap para pedagang pakaian dan plastik Pasar Nagara, karena sebagian besar pedagang tersebut mengambil barang dagangannya di Pasar Antasari Banjarmasin dan Pasar Sudimampir.

Bahkan, ada yang baru satu hingga dua minggu lalu mengambil barang ke Banjarmasin.

Upaya ini, kata Zainab, sebagai langkah memutus mata rantai penularan Covid-19, termasuk mencegah penularan karena tranmisi lokasi dari Banjarmasin. Pelaksanaan RGT mendapatkan dukungan dan pengawalan dari Satpol PP Kabupaten HSS, pihak kecamatan maupun SKPD terkait, serta Polri dan TNI.

Sumber:  banjarmasin.tribunnews.com 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *