Bupati HSU Himbau Warganya Untuk Tidak Mudik 

0
17 views

Amuntai – Sebagaimana amanat Presiden Republik Indonesia H. Joko Widodo maupun Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor yang mengingatkan agar masyarakat untuk tidak mudik terlebih lagi mendekati moment silaturahmi seperti Hari Raya Idul Fitri. Hal serupa juga dilakukan Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Drs. H. Abdul Wahid HK, MM, M. Si dan secara khusus menghimbau warganya untuk tidak mudik hingga wabah virus Corona (Covid-19) benar-benar hilang.

Apalagi saat ini semua orang sudah mengetahuinya, virus corona terus mewabah. Seluruh daerah di provinsi Kalsel sudah berstatus zona merah. Sering dua kasus positif menimpa HSU yang berasal dari Kecamatan Amuntai Tengah dan Kecamatan Amuntai Selatan.

“Kami menghimbau dan mengharapkan warga masyarakat untuk tidak mudik,” ucapnya.

Menurutnya, keputusan tidak mudik menjadi sebuah komitmen dan tindakan nyata untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona. Walaupun selama ini setiap menjelang lebaran Idul Fitri, mudik laksana sayur tanpa garam. Sebuah keluarga seakan tidak lengkap dalam merayakan hari kemenangan nan fitri.

“Kami sangat mengharapkan kesadaran masing-masing, khususnya warga banua yang berada di perantauan, apalagi di daerah yang dikategorikan sebagai zona merah untuk tidak mudik. Begitu juga keluarga yang ada di banua untuk mengingatkan kepada keluarganya yang ada diluar daerah untuk menunda silaturahmi dan kunjungannya,” terangnya.

Wahid mengaku khawatir jika tetap memaksakan diri. Bukan mustahil warga yang datang (mudik) ini berpotensi membawa virus corona. Sehingga bisa menambah daftar panjang warga yang terinfeksi.

“Bukan hanya yang mudik saja, tapi bagi masyarakat yang pulang kampung hendaknya mempertimbangkan dengan sangat bijaksana. Meskipun pemerintah memperbolehkan untuk pulang kampung namun kalau bisa ditunda lebih baik ditunda, hingga wabah virus covid-19 ini berakhir,” tegasnya.

Bahkan Bupati juga memastikan pemerintahannya akan lebih memperketat penjagaan di batas kabupaten. Tak tanggung-tanggung pemantauannya dilaksanakan selama 24 jam. Tentunya dengan mengerahkan petugas yang lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan perlengkapan lainnya.

“Saya minta seluruh petugas dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggungjawab untuk kemaslahatan dan keselamatan bersama,” pesannya. Fai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.