Era New Normal, Fikri Faqih Minta Pemerintah Indahkan Himbauan IDAI

0
30 views

JAKARTA, Infobanua.co.id –Menjelang akhir masa tanggap Covid-19 dan menguatnya wacana era new normal, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih meminta pemerintah mengindahkan anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) khususnya terkait dengan wacana masuk sekolah mulainya tahun ajaran baru di bulan Juli.

Menurutnya, anjuran IDAI untuk tetap melanjutkan kegiatan belajar di rumah dan menerapkan pembelajaran jarak jauh harus diperhatikan pemerintah karena sulitnya melakukan pengendalian transmisi jika terdapat kerumunan. “Pembelajaran jarak jauh lebih baik tetap dilanjutkan karena kemungkinan bulan Juli wabah Covid-19 ini belum teratasi dengan baik,” tambah Fikri.

Fikri menjelaskan, menurut data IDAI hingga 18 Mei, terdapat jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) anak sebanyak 3.324 anak, 129 anak dengans status PDP meninggal dan 584 anak terkonfirmasi positif Covid-19. Adapun jumlah yang meninggal karena wabah ini adalah 14 anak. “Angka ini tinggi dan menunjukkan bahwa kelompok usia anak tidak rentan terhadap Covid-19,” kata politikus PKS tersebut.

Fikri mengatakan new normal mestinya membuat suasana menjadi normal bukan menambah kepanikan. Lebih lanjut ia menambahkan, hal yang menjadi pertimbangan dalam wacana new normal ini mestinya bukan hanya ekonomi. Aspek kesehatan dan keselamatan, juga rasa aman tentu lebih utama. “Untuk kesehatan, kami minta pemerintah perhatikan himbauan IDAI,” sambungnya.

Selain itu, hal yang membuat anggota dewan ini sangsi dengan wacana new normal dan kembali ke sekolah ini adalah jumlah kasus positif covid-19 yang terus naik. Data terbaru saja mencapai 23.851 kasus, dengan angka kematian 1473. Pasien sembuh 6.057 kasus, dan kasus aktif 16.321. Kurva harian wabah ini juga tidak menunjukkan tren melandai. “Padahal rumus untuk menerapkan new normal adalah ketika kurvanya sudah melandai, yang berarti transmisi covid-19 sudah dapat dikendalikan. Kondisi kita belum menunjukkan itu,” pungkasnya. (Hartadi Setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.