Haul Bung Karno di Blitar, Tahun Ini Dipastikan Tidak Ada Seribu Tumpeng

1
31 views
Seribu Tumpeng di Acara Haul Bung Karno tahun 2019.

Blitar, Infobanua.co.id – Meski dalam pandemi Corona Virus Disease-19, atau covid-19.

Pemkot Blitar tetap akan menggelar peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno yang dilaksanakan setiap bulan Juni.

“Tapi kali ini, peringatannya lebih sederhana karena masih dalam masa pandemi covid-19,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono kepada awak media, Jum’at 29-05-2020.

Seperti diketahui, Pemkot Blitar menetapkan bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno, sebab di bulan Juni ada peristiwa penting bagi Bangsa Indonesia, yaitu Lahirnya Pancasila, Lahirnya Bung Karno dan Bung Karno mangkat.

Menurut Tri Iman bahwa, ada berbagai agenda rutin yang digelar selama sebulan penuh di bulan Juni, untuk memperingati Hari lahir Pancasila, Hari lahir Bung Karno, dan Haul Bung Karno, atau Bung Karno mangkat.

Sejumlah kegiatan rutin itu, diantaranya Grebeg Pancasila yang biasa dilaksanakan setiap tanggal 1 Juni.

Rangkaian acara Grebeg Pancasila ini dimulai dari kirab pusaka, upacara, kirab gunungan tumpeng, dan pawai budaya.

Kirab gunungan tumpeng biasanya dilakukan setelah upacara Hari Lahir Pancasila.

Gunungan tumpeng diarak dari Aloon-Aloon menuju ke Makam Bung Karno.

Dilanjutkan dengan selamatan di Istana Gebang, rumah keluarga Bung Karno untuk memperingati hari lahir Bung Karno pada tanggal 6 Juni.

Dan terakhir, puncaknya diadakan kenduri 1.000 tumpeng mulai dari Makam Bung Karno sampai vIstana Gebang, tempat Keluarga Bung Karno saat kecil, sejauh 1 Km, pada tanggal 20 Juni sore hari.

Kenduri 1.000 tumpeng ini untuk memperingati Haul Bung Karno.

Biasanya juga ada khataman Alquran dan doa lintas agama di Makam Bung Karno.

“Tidak ada acara Grebeg Pancasila, kirab pusaka, pawai budaya, dan kenduri 1.000 tumpeng tahun ini,” jlentreh Tri Iman.

Sebagai gantinya, Pemkot Blitar akan mengadakan selamatan kecil yang diikuti Wali Kota dan kepala OPD. Setelah selamatan akan dilakukan ziarah ke Makam Bung Karno pada tanggal 1 Juni.

“Pesertanya dibatasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran c
lovid-19,” jelasnya.

Tapi tetap diadakan selamatan di Istana Gebang dengan jumlah peserta terbatas pada 6 Juni.

Saat Haul Bung Karno pada 20 Juni tetap diadakan khataman Alquran dan doa lintas agama.

“Khataman Alquran dan doa lintas agama pesertanya maksimal 10 orang dengan menerapkan protokol kesehatan. Sedang Kenduri 1.000 tumpeng untuk sementara tidak ada,” pungkasnya. (Eko.B)

1 KOMENTAR

  1. Mbahh peta ngucap ne barokah
    bangsaku sedunia ilango larane kario seger warase..lancar rejekine banyu mili duite..ora medot.

    iki pesene mbah peta blitar..plangi slorok doko blitar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.