Perbanyakan Benih Sumber Tanaman Pangan Terus Dilaksanakan

0
62 views

 

BANJARBARU – Dalam kondisi Corona Virus Disease 2019 (Covid -19) Dinas Tanamanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan lewat UPTD Balai Benih TPH tetap melaksanakan perbanyakan benih sumber tanaman pangan, baik padi ataupun palawija.

Walaupun Work From Home (WFH) berlaku di Kalimantan Selatan, namun dalam hal
perbanyakan benih sumber tetap berjalanan sesuai dengan berdasarkan Peraturan Gubernur
Kalimantan Selatan Nomor 06/tahun 2009 tanggal 2 Februari 2009 UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPTPH) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi
Kalimantan Selatan mempunyai tugas pokokyaitu melaksanakan produksi benih,
pengembangan teknologi dan informasi perbenihan.

Guna melaksanakan tugas pokok tersebut, maka UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan mempunyai FUNGSI antara lainnya yaitu melakukan penyusunan program penyediaan dan produksi benih tanaman pangan dan hortikultura, melaksanakan produksi benih dasar dan benih bermutu, melakukan bimbingan teknik UPB Padi, Palawija dan Hortikultura, pengamatan teknologi, serta penyebaran informasi perbenihan.

Ir. H. Syamsir Rahman, MS selaku Kepala Dinas Tanamanan Pangan dan Hortikultura
Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan motivasi buat Unit Produksi Benih “Tetap bekerja,
laksanakan perbenihan di lapangan, tetap semangat.”

Dalam upaya peningkatan ketersediaan benih bermutu, lewat Unit Produksi Benih (UPB)
Padi dan Palawija yang berlokasi di Binuang, Sungai Tabuk, Sarang Halang dan Batutungku
mempunyai tugas pokok yaitu melakukan pengembangan benih bermutu dari varietas unggul, dan benih tersebut akan disebarkan kepada masyarakat/petani untuk ditanam.

Kegiatan perbenihan merupakan suatu mata rantai kegiatan yang harus dilaksanakan
secara terpadu dan berkesinambungan mulai hulu hingga hilir yaitu mulai dari Benih Penjenis
(BS), Benih Dasar (BD), Benih Pokok (BP) sampai kepada penyediaan Benih Sebar (BS), yang
mana hasil perbanyakan tersebut akan disebarkan ke petani-petani penangkar yang ada di
kabupaten/kota, sehingga terpenuhinya ketersediaan dan kebutuhan benih di Kalimantan Selatan.

Muhammad Subhan, SP. MS, selaku Plt Kepala Balai Benih TPH menyampaikan,
“Kegiatan perbanyakan benih sumber padi, kedelai, kacang tanah dan ubi jalar seluas 54 hektar ini didukung dari dana APBD dan APBN”

Kegiatan APBD perbanyakan benih sumber seluas 21 hektar sudah 100% tertanam semua,
terdiri dari tanaman padi seluas 4 hektar dengan kelas BD – BP varietas IR 42 dan Ciherang, seluas 6 hektar tanaman padi BP – BR dengan varietas Ciherang, Kacang Tanah varietas Tala 1 kelas BD-BP seluas 2 hektar, Ubi Jalar BD – BP Varietas Antin 3 dan Beta 2 seluas 3 hektar, dan Kedelai Devon 1 Kelas BD- BP seluas 6 hektar.

Sedangkan lewat dukungan APBN 2020 perbanyakan benih sumber seluas 33 hektar saat
ini sudah tertanam 38,79 % atau 12,8 hektar, sisanya masih dalam kondisi pengolahan tanah dan semai siap tanam untuk bulan Mei 2020. Benih sumber yang sudah ditanam adalah padi seluas 3,8 hektar yaitu kelas BD – BP dengan varietas Ciherang dan Mekongga, Kedelai kelas BD- BP varietas Devon 1 seluas 5 hektar dan Kacang Tanah kelas BD- BP varietas Tala 1 seluas 4 hektar.

“Semoga perbanyakan benih sumber padi dan palawija ini menghasilkan produksi
maksimal, sehingga target PAD dan PNBP bisa terpenuhi, dan kerjasama semua pihak bisa
terlaksana dengan baik”, ujar Masliyana, SP. MP selaku Kepala Seksi Pengembangan Teknologi
Produksi dan Distribusi Benih Tanaman Pangan sekaligus penanggungjawab kegiatan teknis
tanaman pangan.

“Sebab kesinambungan alur perbanyakan benih tersebut sangat berpengaruh terhadap
ketersediaan benih sumber yang sesuai dengan kebutuhan produsen/penangkar benih dan
menentukan proses produksi benih sebar. Kelancaran alur perbanyakan benih sangat menentukan kecepatan penyebaran varietas unggul baru kepada petani,” ujar Masliyana menutup bincang.

#yanabalaibenihtph2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.