PT DNR Corporation Serahkan 1.000 Rapid Test Kit Bantu Polda Kalsel Tangani Covid-19

0
15 views

BANJARMASIN – Pimpinan PT. Dos Ni Roha (DNR) perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) Bapak Novan menyerahkan bantuan sebanyak 1.000 Rapid Test Kit (RTK) kepada Polda Kalsel, Kamis (28/5/2020) pukul 11.00 Wita.

Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. DNR Corporation diterima oleh Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Drs. Aneka Pristafuddin, M.H. didampingi Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Erwinn Zainul Hakim, M.A.R.S., M.H.Kes., di Ruang Kerja Wakapolda Kalsel.

“1.000 RTK merk StarD Plus yang kami terima sangat membantu penanganan Covid-19 di Bumi Lambung Mangkurat, saya berharap agar Pandemi ini bisa cepat berlalu dan kita semua bisa beraktifitas seperti biasanya,” ucap Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Drs. Aneka Pristafuddin, M.H.

Dalam kesempatannya Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Erwinn Zainul Hakim, M.A.R.S., M.H.Kes. menambahkan bahwa Rapid Test ini merupakan alat pemeriksaan cepat terhadap antibodi yang dikaitkan dengan Covid-19. Namun Rapid Test ini bukan merupakan alat untuk mendiagnosa, tapi sifatnya screening atau deteksi awal apakah seseorang itu sedang terpapar Covid-19 atau tidak. Hasil dari Rapid Test ini harus diinterpretasikan secara hati-hati, karena hasil positif tidak memastikan bahwa betul-betul seseorang terinfeksi Covid-19, begitu juga hasil negatif.

“Jadi prinsipnya Rapid Test ini hanya sebagai langkah awal untuk melihat sejauh mana sebaran. Beberapa hal yang dapat menyebabkan false positif (kesalahan hasil tes) salah satunya karena sedang adanya reaksi antibodi dengan jenis virus yang lain dalam tubuh.

Yang perlu diingat karena pemeriksaan ini dilakukan terhadap antibodi. Maka perlu hati-hati juga bagi orang yang baru terpapar, karena anti-bodinya belum muncul. Sehingga saat diuji menggunakan Rapid Test negatif, maka perlu dilakukan kembali pada 7-10 hari berikutnya.

Dijelaskan Kabid Dokkes, berdasarkan hasil Rapid Test memperlihatkan bahwa tubuh itu terdapat antibodi, karena masuknya virus. Namun diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dilakukan tes kembali di laboratorium Real Time Polymerase Chain Reaction (RT PCR) yang telah ditetapkan Pemerintah demi hasil yang akurat.

Rel/IB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.