PEMERINTAH BERLAKUKAN NEW NORMAL DINUNUKAN DISDIKBUD SIAP

oleh -4 views

Nunukan – Manakalah pemerintah berlakuan new normal bagaimana kesiapan dari dinas pendidikan kabupaten nunukan?

Menurut H.Junaidi.SH kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten nunukan didampingi Widodo Jabatan Kabid Pendidikan Dasar dan Menegah.

Menurut kadisdikbud kita siap sekolahpun siap dalam artian siap atau tidak siap memang harus siap
Saya katakan siap karena apa?

Sekolah memiliki anggaran dana BOS ini kalau kita bicara dari sisi pesiapan sarana kemudian kebijakan Kemendikbud sudah juga mengarahkan bahwa sebagian dari dana BOS digunakan untuk Bagaimana pencegahan atau penanganan covid-19 di sekolah.

Kami juga sudah mendorong sekolah-sekolah untuk melakukan perubahan terkait rencana kegiatan dan anggaran mereka bahwa upayakan beberapa persen% dari anggaran tersebut digunakan untuk biaya contohnya pembelian handsanitizer tempat cuci tangan dan dan sebagainya termasuk desinfektan itu kita arahkan jadi sekolah pada prinsipnya sudah siap untuk melaksanakan itu kalau memang kebijakan pemerintah nanti diberlakukan juga di nunukan bahwa akan diberlakukan new normal dimulai dengan secara sekolah pertama masuk kita siap tapi kalau kita lihat perkembangannya Nunukan sampai saat ini yang saya tahu masih zona merah

kemudian yang ditetapkan presiden kalau kalau saya tidak salah baru 25 kabupaten/Kota Kalimantan Utara baru Tarakan yang zina hijau ada 102 nunukan juga tidak termasuk dari zona itu makanya kita menunggu saja kebijakan dari pusat kalau memang diperlakukan kita akan siap

tetapi sekali lagi bahwa menurut Kami tidak akan serentak atau sama se-kabupaten nunukan itu semua sekolah masuk semua kita lihat kondisi ada sekolah mungkin yang dari sisi sarana prasarana mendukung tapi kita lihat lagi dari sisi siswanya dari sisi juga tenaga pendidiknya dan tenaga kependidikannya juga sisi sikologis anak didiknya dan orang tuanya ini Kita juga harus pertimbangkan untuk menetapkan nanti new normal dan kita harus kembali ke bangku sekolah atau tidak saya pikir ini perlu didiskusikan dengan orang tua karena saya sudah melihat juga dari suatu sisi di luar sana ibu-ibu yang punya anak di sekolah yang kemudian ini ada informasi yang akan masuk itu sudah pada membuat semacam survei mereka akan tanda tangan bersama yang menyatakan penolakannya itu juga akan menjadi pertimbangan nantinya seperti apa

Yuspal:pemberlakuan new normal ini berarti anak anak bisa sekolah akan tetapi mengedepankan protokol kesehatan atau bagaimana?

Widodo:iya betul jadi kalau kita bicara tentang new normal artinya gaya baru paradikma normal dengan model baru boleh dikatakan tidak senormal dulu lagi dulu itu anak sekolah keluar masuk gampang saja tidak masuk kemudian nanti dialpa sekolah dan seterusnya itu kan dulu tapi dengan new normal tidak seperti itu beda nantinya bisa jadi anak-anak sakit ya udah tidak masuk tapi tidak masalah justru gurunya nanti bagaimna nanti cara mengajarnya karena dia dirumah

Itu yang di sebut new normal jadi memang nomal gaya baru yang tidak senormal dulu new normal itinya tidak seperti sebelumnya untuk bagaimana prosesnya nanti kita selektif kita lihat sesuai SE kemendikbud surat ederan tepatnya dari sekjen kemendikbud bahwa langkah- langkah kalau kemudian sekolah mau di buka kembali salah satunya itu tidak diberlakukan sama atau serantak dilihat dulu kondisinya termasuk nanti jumlah pengaturan siswa per/1 kelas kalau sebelumnya standar idealnya kalau SD itu maksimal 28 nanti dengan adanya new normal kurang dari itu bisa jadi 10 inikan perlu pengaturan yang lebih detail lagi nantinya kalau kemudian sekolah itu punya siswa yang normal bagaimana berarti otomatis dibutuhkan waktu 2 kalinya 2 sip banyak yang harus di pertimbangkan yang pasti new normal tidak akan serentak kita lihat posisi sekolahnya dulu bagaimana pengaturannya dan sebagainya

Saat ditanya kapan tahun ajaran dimulai?

Widodo:sesuai dengan kalender pendidikan sebelumnya dimulainya tanggal 5 juli tapi kita tetapnya karena ini ajaran baru lagi kita menunggu kebijakan kemendikbud untuk menetapkan kapan di mulainya tetapi kemendikbud sudah memastikan bahwa bulan juli dimulai ajaran baru kemarin ada masukan bahwa tahun ajaran itu di geser ke januari tetapi dengan macam-macam pertimbangan kemudian memutuskan tetap di bulan juli ada unsur kerugian kalau misalkan harus di undurkan kasian anak-anak yang sudah lulus kemudian harus menunggu stengah tahun baru sekolah lagi

Yuspal:mungkin ada berbentuk saran masukan kepada orang tua siswa dengan perpanjangan masa belajar dirumah?

Widodo: jadi sekali lagi bahwa ini bukan dikatakan perpanjangan libur tetapi sampai dengan tanggal 20 itu adalah belajar dari rumah kita berharap anak anak di rumah tetap belajar orang tua juga tetap mensupport ananya untuk belajar karena pemerintah juga sudah menyediakan kanal kanal untuk belajar siswa bagai melalui radio TVRI maupun melalui media sosial kemudian masukan dan himbaun kepada orang tua yang punya siswa jadi untuk semetara tidak perlu resah terkait mungkin isu isu bahwa di nunukan sekolah akan di buka kembali seteterus kita sampaikan bahwa sejauh ini belum ada keputusan final apakah nanti kita akan buka kembali sekolah artinya sekolah secara offline atau metodenya tetap seperti sekarang ini dengan online nanti kita akan kaji berdasarkan aspek regulasinya nanti seperti apa dan kemudian dari aspek sisiologisnya juga seperti apa kita bersabar saja tidak perlu kita gelisah resah yang jelas kita konsen bagaimana kebijakan kita itu agar anak-anak juga tetap sehat guru guru juga sehat dan mengajar dengan baik.

Amsal Yusuf

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.