Destinasi Wisata Mata Air Umbul Mudal Terancam Ditutup

oleh -14 views

Semarang – Destinasi Wisata Mata Air Umbul Mudal di Desa Plumbon ,Kecamatan Suruh,Kabupaten Semarang terancam ditutup,Wisata tersebut menuai kontroversi di masyarakat,mulai UMKM,dampak Lingkungan,Izin keramaian,izin Lingkungan Hidup,serta izin wisata di bawah dinas pariwisata.

Dalam kondisi pandemi corona ini Wisata Mata Air Umbul Mudal yang di kelola oleh kades plumbon,Joko Wa,harus di tutup paksa oleh warga pada bulan lalu karena kondisi warga takut akan penyebaran virus corona,,semua wisata yang ada di kabupaten semarang sudah di tutup tetapi wisata mata air umbul mudal masih tetap buka,dan kades menyiapkan untuk pembuatan outbound ,pembelian 3 unit perahu karet yang di datangkan dari luar kota,dan awak media telah berkoordinasi dengan ibu Dewi,Kadinas Pariwisata ,Kabupaten Semarang di Ungaran,perihal penutupan Obyek Wisata untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di kabupaten semarang,perihal Wisata Umbul Mudal Plumbon saya belum menerima pengajuan tempat wisata yang ada di plumbon,saya kira itu wisata Bumdes milik desa,dari Rapat BPD desa plumbon tertanggal,27 Mei 2020 di putuskan hasil rapat sebagai berikut:

  1. Agar Kepala Desa Plumbon bisa menghentikan operasional sampai ada kajian atau legalitas yang mendasar,

2. Aktifitas Umbul Mudal dapat berjalan kembali aktifitasnya setelah Legal formalnya jelas,

Dalam hal ini obyek wisata tersebut menjalankan aktifitasnya tanpa melibatkan BPD atau Bumdes,tanah yang dipergunakan adalah tanah desa jadi semua kegiatan harus melibatkan perangkat desa,pembangunan dari awal hingga akhir menelan biaya ratusan juta tersebut mengunanakan dana dari pemerintahan desa dan hasil dari pendapatan dari Wisata tersebut diduga tidak masuk ke dalam pendapatan asli desa yang seharusnya di kelola oleh Bumdes.

Sejak berita ini diturunkan Kades Plumbon menjalani klarifikasi oleh unit tipikor Polres Semarang,Kepemimpinan Kades Joko Wa mulai dari dana hibah ternak untuk mushola juga menuai kecaman masyarakat bantuan dari pengusaha ternak tidak disalurkan secara maksimal,pembangunan infrastruktur juga tidak beres,banyaknya jalan desa yang kurang bagus pembangunannya.

Konfirmasi antara media dengan anggota BPD desa plumbon ,bahwa benar untuk setiap kegiatan desa dalam proyek pembangunan kita jarang dilibatkan,beliau ( joko wa ) kadang mengambil keputusan dengan kapasitasnya sebagai kepala desa,APH dan Kajari bisa mengambil tindakan tegas kepada kepala desa plumbon,dan melalukan investigasi ke kantor desa plumbon,antara Bumdes,BPD,Sekdes serta bendahara bisa di klarivikasi,agar masyarakat merasa puas dengan pemerintahan yang bersih dan maju desanya

Tanggapan dari pedagang yang berjualan di lokasi wisata juga tidak berlangsung lama,ketika ramainya berjualan ,kades Joko Wa meminta penarikan pajak retribusi jualan ke pedagang,dan pedagang tersebut akhir ya mengundurkan diri dari lokasi wisata,hal ini UMKM di desa tersebut tidak bisa terbina dengan benar,dan pajak dari pendapatan wisata mata air umbul mudal tidak di bayarkan ke BKUD Kabupaten Semarang,Usaha Wisata Mata Air Mudal di Plumbon diduga telah menyalahi prosedur dan sistem adminitratib,masyarakat desa plumbon tidak menginkan beliau memimpin desa plumbon,desa yang dipimpinnya tidak ada kemajuan seperti desa desa lain.

Edwin / Vio Sari.S.E.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.