Enam Tenaga Medis Positif Covid-19, Bupati HSS Minta Ini ke Warga

  • Whatsapp

KANDANGAN – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, melonjak dari 13 menjadi 25 kasus.

Hal itu diketahui setelah Dinkes Kabupaten HSS menerima hasil swab 130 orang yang dikirim 31 Mei 2020 lalu.

Dari jumlah itu, ada 12 orang terkonfirmasi positif. Tak hanya kalangan masyarakat, enam dari 12 penambahan kasus baru itu adalah tenaga medis.

Menurut juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan (GTPPP) Covid-19 Kabupaten HSS, dr Hj Siti Zainab, tenaga medis tersebut dua orang dari puskesmas dan empat orang dari RS H Hasan Basry Kandangan.

“Kami juga sedang melakukan pelacakan, di salah satu puskesmas, yaitu Kalumpang, karena ada dua warga positif terpapar dan kontak dengan tenaga medis. Jadi, hari ini, pelayanan puskesmas ditutup sementara,” kata Zainab.

Jika hasilnya nonreaktif, kata Zainab, puskesmas kembali dibuka. Jika ada yang reaktif, ditutup sampai 14 hari ke depan.

Sebelumnya, Bupati HSS, selaku Ketua TGPPP Covid-19, saat memberikan keterangan pers, Rabu (10/6/2020) di ruang lobi kantor, mengatakan, tiap hari kondisi perkembangan Covid-19 fluktuatif.

Mereka yang dites swab adalah mereka yang patut diduga, baik berdasarkan gejala maupun riwayat kontak dengan mereka yang terpapar. Sedangkan hasil swab, harus menunggu dalam waktu cukup lama.

Penyebarannya, tak bisa diduga. Namun, d ibalik melonjaknya jumlah kasus positif, baik dari Kabupaten HSS maupun pasien dari luar Kabupaten HSS, menjadi pelajaran bersama bahwa semua pihak tak terkecuali harus tetap waspada.

“Sikapi dengan makin meningkatkan disiplin mematuhi semua protokol kesehatan,” katanya.

Siapapun, baik masyarakat, umum pejabat daerah, ASN harus menaati protokol pencegahan yang sudah sering disampaikan.

Paling tidak, dengan menaati protokol, bisa menjaga diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar.

Terkait kegiatan keagamaan, penyelenggaraan ibadah salat Jumat di masjid diserahkan pada masyarakat.

Namun dengan kondisi melonjaknya kasus covid ini, Bupati meminta masyarakat lebih bijak, dengan mematuhi imbauan MUI yang menfatwakan boleh tak melaksanakan salat Jumat sementara masih masa pandemic, dan mengganti dengan salat Zuhur di rumah.

Walaupun sebagian standar kesehatan sudah dipenuhi, kata Fikry, faktanya ada hal lain yang dilanggar.

Padahal, sangat berpotensi menyebarkan virus, yaitu AC dan kipas angin. Kondisi cuaca yang panas, membuat dua fasilitas tersebut tetap digunakan. Saat ada yang bersin, virus menjadi tersebar lewat embusan kipas angin atau AC.

Jika tak mengenakan masker standar, kemungkinan bisa tertular. “Jadi, tak semua protokol kesehatan bisa ditaati maksimal. Mencegah penyebaran ini, memerlukan perhatian, kerja sama dan dukungan kita bersama,”kata Fikry.

Sumber:  banjarmasin.tribunnews.com 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *