Kuasa Hukum : Sidang Pembacaan Tuntutan Rizal alias Ichal Terdakwa Kasus Narkotika Tidak Sesuai fakta persidangan

oleh -4 views

BONE – Jaksa Penuntut Umum (JPU).Kejari Bone menuntut Terdakwa Rizal (Ical) 29 tahun dalam kasus narkotika yang di tangkap oleh aparat direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel di pasar lacokkong kel. Watampone kab. Bone pada tanggal 14 Nov 2019 yang lalu dengan barang bukti sabu seberat 45 gram

Dalam pembacaan Tuntutan selasa 09 Juni 2020 di Pengadilan Negeri Watampone, JPU membacakan Tuntutannya kepada terdakwa Rizal alias Ichal di depan ketua Majelis Hakim Surachmat DS. MH dengan tuntutan 8 tahun penjara denda sebesar Rp. 800 juta subsider 6 bulan kurungan dengan ancaman melanggar pasal 112 ayat (2) UU Narkotika.

Menanggapi tuntutan Jaksa penuntut umum yang dinilai tidak memenuhi Rasa keadilan Kuasa Hukum terdakwa Rahmawati SH yang di dampingi A.Harun Nur SH saat di wawancarai mengatakan
“Bahwa JPU Pada tuntutannya keliru , dalam menerapkan Pasal pada Klien kami. Sebab unsur unsur pada pasal 112 ayat 2 sama sekali tidak terpenuhi, yaitu menyimpan, memiliki dan menguasai begitupun fakta persidangan telah diabaikan oleh JPU,”ujaranya saat usai sidang berlangsung

Kuasa Hukum Rizal alias Ichal juga menjelaskan bahwa pada fakta persidangan, saat itu Rd (DPO) datang dengan membawa tas Berisi sabu lalu menyimpan dalam kios yang berada dilokasi pasar laccokkong kemudian pergi, dimana kala itu ical sedang duduk dekat kios tempat di temukan barang bukti, jarak antara tempat ical duduk dgn tempat ditemukannya barang bukti berjarak sekitar 6 meter,

Selang beberapa menit setelah Rd (DPO) berlalu kemudian datanglah petugas lalu kemudian ical di amankan karena di duga Rd menitip barang tersebut ke ical.

Dalam keteranga kuasa hukum ical bahwa Kliennya memang melihat jika Rd si pemilik barang (DPO) menyimpan barang bukti sabu tersebut tapi tidak segera melaporkan.
jadi mana mungkin menyimpan, memiliki apalagi menguasai barang bukti tersebut. Jadi unsur Pasal 112 (2) pada tuntutan JPU sama sekali Tidak terpenuhi hingga terlihat dengan jelas jika Pasal yang diterapkan seolah di paksakan. 09 juni 2020

Dan yang lebih ironisnya berdasarkan fakta persidangan dari 5 saksi JPU yang di hadirkan dan 2 Saksi Ad charge tidak Ada yang mengatakan jika ical mengusai memiliki dan menyimpan barang bukti tersebut. bahkan salah satu saksi yang pada saat itu berada di sekitar TKP memberikan keterangannya dibawah sumpah didalam persidangan, bahwa saksi tersebut melihat dengan jelas Lelaki RD datang membawa masuk kantong kresek hitam ke dalam kios pasar laccokkong tempat dimana ditemukannya barang bukti. lalu pergi meninggalkan kios tersebut
dan tak lama berselang terdengar suara tembakan petugas kepolisian yang membuat masyarakat yang ada di sekitar TKP berlarian karena kaget ungkap kuasa Hukum terdakwa Rizal.

” Dalam pembacaan tuntutan Kami tidak mendengar JPU menjelaskan atau menguraikan unsur unsur Pasal yang diterapkan ,bukti memilikinya di mana, bukti menyimpan dan mengusainya dimana tetapi hanya mengatakan telah terjadi perbuatan melawan hukum, justru klien saya di tembak paha kanan dan kirinya bukan karena ingin melarikan diri tetapi di tembak saat sebelum dia di BAP karena tidak mengakui barang tersebut miliknya mengakibatkan klien kami harus di rawat di RS Bhayangkara hampir 2 bulan dengan biaya sendiri bahkan sampai saat ini masih dalam perawatan secara intensive

Oleh karena itu Kuasa Hukum Ical melalui ketua Majelis Hakim Surachmat SH. MH meminta agar di beri waktu selama 1 minggu ( 16 Juni 2020 ) untuk memberi pembelaan secara tertulis ( PLEDOI)
Terkait tuntutan JPU atas Kliennya. (Aida)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.