Kadis Kesehatan Sesalkan Stekmen Anggota Dewan Hj Nursyan Dan Hj Nadia Tanpa Mengedepan Miss Comunication

oleh -4 views

Nunukan – Jurnalis konfirmasi kepada kadis kesehatan terkait kritikan anggota dewan
Tololiu kepala dinas kesehatan menilai terlalu dini anggota dewan menilai program dinas kesehatan yakni pembangunn puskesmas baru Lapri kecamatan sebatik utara.

Nunukan Kaltara jumat 12/06/2020 menanggapi kritikan yang disampaikan oleh DPRD kabupaten nunukan ibu Hj nursam terkait masalah pembangunan puskesmas yang dibangun oleh dinas kesehatan khususnya di wilayah sebatik utara bagaimana tanggapan selaku kepada Dinas Kesehatan

Tololiu: terkait masalah saran dan kritikan dari DPRD kabupaten itu karena Bu Haji belum memahami permasalahan dari proses pembangunan Puskesmas yang kita bangun lagi Sungai panjang itu Masalahnya.

Tapi kemarin saya sudah jelas kan sama Bupati mudah-mudahan apa bu haji mursan itu udah paham jadi semuanya sudah tidak ada masalah.

Dr tololiu menjelaskan supaya masyarakat tahu bahwa pembangunan Puskesmas di sungai panjang itu adalah pembangunan baru yang berasal dari dana yang diberikan dari pusat untuk membangun Puskesmas baru memang dasarnya mereka berikan anggaran ini adalah usulan dari musrenbang kecamatan Sebatik Utara untuk bisa merehab Puskesmas di desa lapri tapi “jawaban dari Kementerian Kesehatan Kami mau kasih tapi anggaran untuk pembangunan Puskesmas baru”

Itu jadi anggaran Puskesmas baru tapi karena ini atas nama masyarakat Sebatik Utara dan puskesmasnya namanya “Puskesmas Lapri jadi anggarannya namanya pembangunan Puskesmas Lapri ” memang idealnya kalau kita mau bangun sesuai dengan pemahaman baru yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan ya kita bangun di lokasi Puskesmas lapri sekarang tapi kita tidak dikasih biaya bongkar jadi yang dikasih biaya baru.

Menurut Tololiu menjelaskan bahwa bangunan di Puskesmas lapri itu tidak mungkin kita bongkar tanpa biaya, Jadi kita berpikir untuk melengkapi kebutuhan masyarakat di Sebatik Utara kebetulan yang masyarakat di sungai pancang itu cukup banyak untuk mendekatkan pelayanan ke madyarakat dan secara kebetulan ada yang mau hibahkan tanah yang kita bangun di situ.

Jadi Sebatik Utara beruntung jadi dia punya 2 puskesmas di Lapri dilayani nanti yang dipancang itu dilayani oleh Puskesmas baru, kita tidak nanti namanya puskesmas, tapi Sebatik Utara akan dilayani dengan 2 Puskesmas.

“Jadi tidak ada namanya Relokasi sekarang kalau di sana dibangun baru nanti namanya Puskesmas Sungai panjang atau Sebatik Utara menjadi bukan relokasi nanti kita akan register kembali ke Kemenkes atas nama Puskesmas yang baru”,ujar Tololiu

Jurnalis : Sumber Anggarannya Apa Dari APBN atau fari APBD.?

Tololiu: saya sudah Jelaskan tadi bahwa Sumber Anggarannya dari APBN karena kalau APBD uang dari mana?

Lanjud Tololiu Secara Otomatis Anggota DPRD Nunukan tidak Tau, makanya tidak melalui pembahasan DPRD dan pembahasan pembangunan puskesmas yang berasal dari anggaran APBD.

Diakui Tololiu memang tidak ada anggaran APBD untuk itu cuman memang di proyek daftar lelang di LPSE,ULP “karena masuk batang tubuh APBD jadi di tulislah di situ sumber anggarannya atau dana APBD tapi sebenarnya APBN”.

Jadi karena aturan sekarang anggaran dari pusat ini di harus masuk di batang tubuh APBD jadilah nanti di pulang proyek itu sumbernya dari APBD seperti itu penjelasannya agar Anghota Dewan mengetahui dan memahami ujar tololiu.

Jurnalis: Pembangunan PKM dilapri berapa anggarannya?

Tololiu : itu kalau tidak salah kurang lebi Rp 6.000.000.000 (enam Milyar) untuk lebih jelasnya nanti ditanyakan PPTK dia yang lebihnya mengetahuinya.

Saat ditanya soal Lokasi apakah itu Tana milik pemerintah atau Tana Hibah dari Masyarakat bagaimana kronologisnya?

Tololiu : jadi tana Itu Hiba dari Masyarakat dan camat mengetahui secara oetsis karena dia mengetahui dan menandatangani Surat Hiba tersebut dan terkait lokasi lokasi itu jaraknya 40 meter dari perbatasan Negara itu tidak jadi masalag bukan Rana Anggota Dewan menurut Dinas Kesehatan tidak masalah.

Tololiu :Kalau kami dari dinas kesehatan kan sebelum membangun itu minta izin namanya izin tata ruang dulu jadi ke dinas PU urus untuk izin tata ruang di sana sudah keluar,

Jadi berdasarkan izin tata ruang mereka udah analisa semua termasuk batas negara dan lain, jadi kalau sudah keluar izin itu menjadi dasar kepala Finas kesehatan untuk bisa selanjutkannya untuk ke sistem apelayananan Satu Stap (Sintap) untuk mengurus Ijin Mendirikan Bangunan ( IMB).
jadi tidak asal- asal kita membangun dan itu juga Camat mengetahuinya ujar tololiu.

Wartawan :kondisi pisik dilapangan atau pembanunan gimna pak apa sudah dimulai Rencana Kerjannya ?.

Kadis kesehatan : sekarang sedang proses pancang kayu untuk buat pondasi yang tau itu tehnis bangunan pptk, kita dari dinas kesehatan karena dia insyur Teknis memang dia dari Pekerjaan umum yang di tarik ke dinas kesehatan.

Lanjud Dokter Tololiu jadi beliau yg lebih memahami juga memegang Jabatan Sebagai seksi sarana dan prasarana dinas Kesehatan kabupaten nunukan.

Wartawan: apakah pembanguna tetap dilanjutkan atau harus di hentikan?.

Kadis kesehatan : iya tetap lanjut karena permasalahannya kan tidak ada cuma ini ribut karena ada kesalah pahaman, ujar Tololiu selaku kepala dinas kesehatan kabupaten nunukan kalimanatan utara.KADIS KESEHATAN SESALKAN STEKMEN ANGGOTA DEWAN HJ NURSYAN DAN HJ NADIA TANPA MENGEDEPAN MISS COMUNICATION.

Jurnalis konfirmasi kepada kadis kesehatan terkait kritikan anggota dewan
Tololiu kepala dinas kesehatan menilai terlalu dini anggota dewan menilai program dinas kesehatan yakni pembangunn puskesmas baru Lapri kecamatan sebatik utara.

Nunukan Kaltara jumat 12/06/2020 menanggapi kritikan yang disampaikan oleh DPRD kabupaten nunukan ibu Hj nursam terkait masalah pembangunan puskesmas yang dibangun oleh dinas kesehatan khususnya di wilayah sebatik utara bagaimana tanggapan selaku kepada Dinas Kesehatan

Tololiu: terkait masalah saran dan kritikan dari DPRD kabupaten itu karena Bu Haji belum memahami permasalahan dari proses pembangunan Puskesmas yang kita bangun lagi Sungai panjang itu Masalahnya.

Tapi kemarin saya sudah jelas kan sama Bupati mudah-mudahan apa bu haji mursan itu udah paham jadi semuanya sudah tidak ada masalah.

Dr tololiu menjelaskan supaya masyarakat tahu bahwa pembangunan Puskesmas di sungai panjang itu adalah pembangunan baru yang berasal dari dana yang diberikan dari pusat untuk membangun Puskesmas baru memang dasarnya mereka berikan anggaran ini adalah usulan dari musrenbang kecamatan Sebatik Utara untuk bisa merehab Puskesmas di desa lapri tapi “jawaban dari Kementerian Kesehatan Kami mau kasih tapi anggaran untuk pembangunan Puskesmas baru”

Itu jadi anggaran Puskesmas baru tapi karena ini atas nama masyarakat Sebatik Utara dan puskesmasnya namanya “Puskesmas Lapri jadi anggarannya namanya pembangunan Puskesmas Lapri ” memang idealnya kalau kita mau bangun sesuai dengan pemahaman baru yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan ya kita bangun di lokasi Puskesmas lapri sekarang tapi kita tidak dikasih biaya bongkar jadi yang dikasih biaya baru.

Menurut Tololiu menjelaskan bahwa bangunan di Puskesmas lapri itu tidak mungkin kita bongkar tanpa biaya, Jadi kita berpikir untuk melengkapi kebutuhan masyarakat di Sebatik Utara kebetulan yang masyarakat di sungai pancang itu cukup banyak untuk mendekatkan pelayanan ke madyarakat dan secara kebetulan ada yang mau hibahkan tanah yang kita bangun di situ.

Jadi Sebatik Utara beruntung jadi dia punya 2 puskesmas di Lapri dilayani nanti yang dipancang itu dilayani oleh Puskesmas baru, kita tidak nanti namanya puskesmas, tapi Sebatik Utara akan dilayani dengan 2 Puskesmas.

“Jadi tidak ada namanya Relokasi sekarang kalau di sana dibangun baru nanti namanya Puskesmas Sungai panjang atau Sebatik Utara menjadi bukan relokasi nanti kita akan register kembali ke Kemenkes atas nama Puskesmas yang baru”,ujar Tololiu

Jurnalis : Sumber Anggarannya Apa Dari APBN atau fari APBD.?

Tololiu: saya sudah Jelaskan tadi bahwa Sumber Anggarannya dari APBN karena kalau APBD uang dari mana?

Lanjud Tololiu Secara Otomatis Anggota DPRD Nunukan tidak Tau, makanya tidak melalui pembahasan DPRD dan pembahasan pembangunan puskesmas yang berasal dari anggaran APBD.

Diakui Tololiu memang tidak ada anggaran APBD untuk itu cuman memang di proyek daftar lelang di LPSE,ULP “karena masuk batang tubuh APBD jadi di tulislah di situ sumber anggarannya atau dana APBD tapi sebenarnya APBN”.

Jadi karena aturan sekarang anggaran dari pusat ini di harus masuk di batang tubuh APBD jadilah nanti di pulang proyek itu sumbernya dari APBD seperti itu penjelasannya agar Anghota Dewan mengetahui dan memahami ujar tololiu.

Jurnalis: Pembangunan PKM dilapri berapa anggarannya?

Tololiu : itu kalau tidak salah kurang lebi Rp 6.000.000.000 (enam Milyar) untuk lebih jelasnya nanti ditanyakan PPTK dia yang lebihnya mengetahuinya.

Saat ditanya soal Lokasi apakah itu Tana milik pemerintah atau Tana Hibah dari Masyarakat bagaimana kronologisnya?

Tololiu : jadi tana Itu Hiba dari Masyarakat dan camat mengetahui secara oetsis karena dia mengetahui dan menandatangani Surat Hiba tersebut dan terkait lokasi lokasi itu jaraknya 40 meter dari perbatasan Negara itu tidak jadi masalag bukan Rana Anggota Dewan menurut Dinas Kesehatan tidak masalah.

Tololiu :Kalau kami dari dinas kesehatan kan sebelum membangun itu minta izin namanya izin tata ruang dulu jadi ke dinas PU urus untuk izin tata ruang di sana sudah keluar,

Jadi berdasarkan izin tata ruang mereka udah analisa semua termasuk batas negara dan lain, jadi kalau sudah keluar izin itu menjadi dasar kepala Finas kesehatan untuk bisa selanjutkannya untuk ke sistem apelayananan Satu Stap (Sintap) untuk mengurus Ijin Mendirikan Bangunan ( IMB).
jadi tidak asal- asal kita membangun dan itu juga Camat mengetahuinya ujar tololiu.

Wartawan :kondisi pisik dilapangan atau pembanunan gimna pak apa sudah dimulai Rencana Kerjannya ?.

Kadis kesehatan : sekarang sedang proses pancang kayu untuk buat pondasi yang tau itu tehnis bangunan pptk, kita dari dinas kesehatan karena dia insyur Teknis memang dia dari Pekerjaan umum yang di tarik ke dinas kesehatan.

Lanjud Dokter Tololiu jadi beliau yg lebih memahami juga memegang Jabatan Sebagai seksi sarana dan prasarana dinas Kesehatan kabupaten nunukan.

Wartawan: apakah pembanguna tetap dilanjutkan atau harus di hentikan?.

Kadis kesehatan : iya tetap lanjut karena permasalahannya kan tidak ada cuma ini ribut karena ada kesalah pahaman, ujar Tololiu selaku kepala dinas kesehatan kabupaten nunukan kalimanatan utara.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.