Warga Kab.Blitar, Geruduk Balai Desa Tulungrejo

  • Whatsapp

Blitar, Infobanua.co.id – Karena dirasa polisi lamban dalam menangani kasus dugaan pemalsuan dokumen dan SK Kepala desa.
Minggu 14-06-2020 siang, puluhan warga dan tokoh masyarakat menggelar aksi demonstrasi di balai desa.

Mereka membawa beberapa poster yang isinya, Tangkap sekdes yang memalsu SK Kepala desa. Masayarakat Resah Karena Sekdes Menghilangkan Dokumen Desa. Sekdes Angkuh Harus Ditangkap Polisi.

Pasalnya, setelah dipecat sejak tanggal 4 juni 2020 yang lalu, masyarakat meminta polisi segera menangkap Suhendar (40), Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Menurut salah satu tokoh masyarakat Dusun Sumberejo, Desa Tulungrejo, Gandusari, Kab.Blitar, mengatakan bahwa, mengamuknya masyarakat karena polisi dirasa lamban dalam menangani kasus dugaan pemalsuan dokumen dan SK Kepala desa.

Hal senada juga diungkapkan oleh tokoh masyarakat dari Dusun Celeng, Desa Tulungrejo, Gandusari, Kab.Blitar. yang meminta agar pihak kepolisian segera menangkap sekdes nonaktif tersebut.

“Kalau sekdes tidak segera ditangkap, masyarakat akan semakin marah. Bahkan kami akan mendatangi rame-rame ratusan massa ke Polres Blitar,” katanya.

Permintaan yang sama juga diungkapkan tokoh pemuda perwakilan dari Dusun Sumbergondo.

“Agar desa kami segera kondusif, mohon pihak aparat yang menangani kasus di desa kami segera ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” jlentrehnya.

Desakan masyarakat berawal dari Suhendar, Sekretaris Desa yang diduga memalsukan tanda tangan SK Kepala Desa Tulungrejo, Suwadi. Akibatnya, masyarakat yang mengajukan sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistymatic Lengkap (PTSL) dirugikan.

Sebab rata-rata warga dikenai biaya lebih daripada yang ditentukan. Sehingga masyarakat merasa dirugikan dan melaporkan kasus dugaan pungli ini ke Polres Blitar dua bulan lalu.

Begitu diproses, para perangkat desa lainnya dimintai keterangan sebagai saksi. Namun hingga kini, belum juga dilakukan penahanan terhadap Suhendar.

Puncaknya, masyarakat bergolak mendesak aparat kepolisian segera menetapkan Suhendar sebagai tersangka.

Sementara Kepala Desa Tulungrejo, Suwadi membenarkan, atas desakan mayoritas masyarakat meminta agar Sekdes diberhentikan.

“SK pemberhentian tidak hormat telah kami layangkan kepada yang bersangkutan tanggal 08 Juni kemarin,” ungkap Kepala Desa Tulungrejo, Suwadi.

Di tempat terpisah, Sekdes Tulungrejo, Suhendar saat dikonfirmasi awak media, mengelak atas apa yang dituduhkan oleh masyarakat.

“Saya ada bukti, tidak benar kalau saya memalsu SK,” elaknya. (Eko.B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *