Aria Putra Korban Debt Collector ADIRA Perampasan Mobil Fortuner Berikan Kuasa Hukum Kepada YARA Langsa

145 0

Aceh – Langsa I Aria Putra Korban Debt Collector ADIRA Perampasan Mobil Fortuner Berikan Kuasa Hukum Kepada YARA Langsa

Korban Debt Collector kembali terjadi dan kali ini di alami oleh korban berinisial Aria Putra (28) warga Desa Gampong Aceh Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Timur Provinsi Aceh.

Menurut keterangan korban Aria Putra kepada media ini di Langsa Senin (15/6/2020) saat dirinya sedang belanja di Medan jalan gagak hitam sunggal pada hari Senin tanggal (17/6/2019).

Korban berinisial yang mengendarai mobil Fortuner VRZ BL 1598 JR D,warna hitam, tiba tiba di datangi oleh 7 (tujuh) orang yang tidak di kenal dan diduga adalah Pihak Debt Collector Dari PT ADIRA FINACE mengajak korban berbicara namum saat korban menoleh ke kiri dan melihat kembali kearah konci kontak mobil ternyata sudah tidak ada lagi di tempatnya, dan korban menanyakan apa masalah sehingga kunci kontak di ambil,
Dan ketika korban diajak salah satu pelaku berbicara di belakang mobil, pelaku yang lain langsung membawa kabur mobil tersebut, dan salah satu pelaku langsung menyerahkan surat berlogo PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE.Tbk. sebanyak 1 lembar dan salah satunya merupakan Berita Acara Serah Terima Kendaraan mobil, Waktu menyerahkan surat tersebut Pelaku tidak mengatakan apapun kepada korban dan langsung pergi menggunakan mobil Avanza Hitam, meninggalkan Korban, ujar korban.

Setelah kejadian korban bersama beberapa awak media Menemui pihak Adira finance Langsa guna mempertanyakan keberadaan unit tersebut di kantor Adira Langsa namun korban beserta awak media,namun yang hanya boleh masuk korban dan awak media satu orang.

Dalam pertemuan singkat tersebut pihak Adira Langsa yang di wakili oleh (RD) sebagai supervisor membenarkan bahwa mereka melakukan penarikan mobil atas nama Aria melalui tenaga eksternal (Debt Collector).

Saat Korban bertanya mengenai surat penarikan melalui pengadilan malah RD enggan menjawab dan kami tidak mendapatkan jawaban apapun terkait masalah mobil tersebut, serta unit mobil juga tidak terlihat di kantor Adira Langsa.

Korban mengatakan kerugian yang di derita akibat kejadian ini sebesar lebih kurang Rp. 157000.000,- Seratus lima puluh tujuh juta Rupiah.

Saat di konfirmasi dengan korban selama ini tidak pernah menerima surat peringatan apapun dari pihak Adira Finance sampai dengan terjadinya pengambilan unit tersebut, ujarnya lagi.

Lanjutnya pada hari ini (senin) pada tanggal (15/6/2020) saya memberikan kuasa kepada ketua Yara Langsa H.A .Muthallib lbr,.SE,.SH,. MSi,.Mkn, didampingi Sekjen YARA Zaid Al Adawi,SH.

Ketua yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Langsa, H.A.Mutallib menyebutkan bahwa pihaknya sangat kecewa terhadap penarikan paksa yang dilakukan oleh PT Adira finance cabang Langsa, terhadap klaen nya.

Lebih lanjut Keta YARA Langsa menjelaskan bahwa seharusnya Penarikan dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yaitu penerikan berdasarkan penetapan pengadilan, namun pihak adira diboleh melakukan penarikan tanpa penetapan pengadilan tetapi pada saat penarikan pihak lesing wajib membawa sertipikat fidusia, namun kejadian yang menimpa klien kami pihak Adira pada saat penarikan tidak memperlihat sertipikat fidusia, tentu saja hal ini tidak di benarkan Undang-undang, ujar H A Muthallib yang juga Dosen Fakultas Hukum Unsam Langsa.

H A Muthallib yang juga Advokat menyebutkan Perbuatan penarikan paksa yang dilakukan PT Adira Finance Cabang Langsa dapat di katagorikan sebagai perampasan dan telah melanggar ketentuan Pasal 368 KUHPidana, ujar mantan Wakil Ketua PWI Aceh.

Maka oleh sebab itu kami akan segera melakukan Somasi atau akan kami lakukan langkah Hukum membuat laporan Polisi terhadap perbuatan tersebut, ujar nya.
Sampai berita ini diturunkan media ini belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak Pimpinan PT ADIRA finance Cabang Langsa, karena ketika mendia ini ini ingin menemukan pimpinan Adira di Langsa Senin Sore pihap satpam yang bertugas dikantor jalan Ahmadyani depan Bambu Runcing Langsa melarang Wartawan masuk kekantor itu.
(*)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *