Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III “Aidil Fiqri” Sudah Memerintahkan Rekanan Memperbaiki Jalan Palembayan

oleh -9 views

Sumatera Barat, Infobanua.co.id – Makin menarik menelusuri Proyek Maut” di Jalan Matur- Palembayan dikerjakan PT. Multikon Jagat Perkasa. Pasalnya, Deni PT. Multikon Jagad Bersama, mengaku tak akan memperbaiki, karena tidak termasuk dalam volume pekerjaan. Sementara,Ir. H. Aidil Fiqri, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang, mengaku sudah memerintahkan rekanan untuk memperbaiki. Siapa yang benar?

Pengakuan Aidil, (Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang) ketika dikonfirmasikan via WA, Rabu (17/6) awalnya mengatakan, Matur – Palembayan bukan jalan nasional. Namun, setelah diperlihatkan plang proyek, ia menjawab, ini jalan Kabupaten yang diperbaiki oleh dana pusat ( APBN ) dan tetap jalan kabupaten. Bahkan, ia juga mengaku, sekarang kami tidak menangani lagi.

Selanjutnya, ia menjawab, nanti dilihat apa yang rusak itu yang dikerjakan atau yang bukan. Karena, kita mengerjakan tak semua.”Kalau dalam kilometer efektif yang dikerjakan itu rusak, kita masih bisa memerintahkan untuk memperbaiki,” katanya.

Ia juga mengatakan, menurut Ka Satker PJN 1, memang benar kerusakan pada pekerjaan 2019. Sudah kita hubungi kontraktornya untuk memperbaiki.” Itu kerusakan longsor, bukan kelalaian pekerjaan. Tapi, coba lihat dulu permasalahannya,” kata Aidil.

Sebelumnya diberitakan, proyek jalan Matur – Palembayan Kabupaten tidak saja tahun anggaran 2020, tahun 2019 proyek di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Barat, juga bermasalah.

Proyek yang mengundang maut itu, terjadi pada Paket pekerjaan peningkatan jalan Matur – Palembayan, berlokasi di Kabupaten Agam Sumatera Barat, sumber dana APBN tahun anggaran 2019, nomor Kontrak 18/PKK/SK-PJN1-Bb.03.23.1.1/VI/2019, nilai kontrak Rp. 22.198.531.000.-

Soalnya, proyek dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender, kontraktor pelaksana PT. Multikon Jagad Perkasa, konsultan supervisi PT. Terasis Erojaya KSO, PT. Progresia Aditya Pratama, kondisinya sangat memprihatinkan dan menunggu jatuhnya korban.

Informasi diterima media ini, kondisi jalan Nasional Mator-Palembayan, tepatnya di Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, kondisi jalan tanpa pembatas dan tebing penahan itu, seperti jalan maut yang siap menelan korban. Itupun tanpa rambu, police line ataupun pembatas jalan.

Jalan tanpa tebing penahan badan jalan berjarak tipis sekitar 20 sampai 30 cm itu, jika terpeleset jurang , siap menunggu mobil atau pengendara jika terpeleset melewati jalan tersebut. Menariknya, sampai sekarang tak ada tanda tanda akan diperbaiki dan ditinggalkan begitu.

Wajar saja, jalan maut itu mengundang cercaan, hujatan dari warga dan pengendara yang lewat. Apalagi, jalan tanpa pembatas itu, berada ditingkungan tajam. Jangankan untuk berselisih, saat mobil lewat sendiri, bisa terpeleset.

“Jika terpeleset saja sedikit, jurang siap menunggu,” kata Yan salah seorang pengendara melewati jalan tersebut, seraya mengatakan, dulu pernah terjadi longsor dan sudah dilakukan perbaikan (Men Dam), namun masa pengerjaan 2019, tidak dilakukan perbaikan.

Ia juga mengatakan, jalan tanpa pembatas dan jurang dibibir jalan siap menghintai, tak ada reaksi pihak terkait untuk memperbaiki. Sepertinya, mereka tutup mata terhadap persoalan jalan ini.”Haruskah jalan maut ini menunggu korban dulu, baru diperbaiki,” katanya.

Kecaman keras, juga mengalir deras dari Darwin, Direktur LSM ACIA Sumbar. Ia melihat proyek yang dikerjakan tahun 2019 dan masa pemeliharaan satu tahun ini, terkesan asal asalan dan tanpa memikirkan keselamatan pengendara yang lewat. Apakah, mereka tak punya nurani melihat jalan maut yang siap menelan korban.

“Sebaiknya, pihak BPJN melalui PJN 2 segera memperbaiki jalan dan memerintahkan rekanan yang mengerjakan proyek ini segera memperbaikinya.” Kita akan surati Kepala Balai, Satker dan PPK yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan jalan, termasuk rekanan,” ungkap Darwin via WA nya beberapa hari lalu.

Andi, mantan PPK 1.1 PJN Wilayah Sumbar 1 yang sekarang digantikan Reni Marlisa dikonfirmasikan via WA, Sabtu (13/6) mengatakan, longsor terjadi pada pekerjaan jalan itu, setelah dilakukan PHO.”Waktu itu hujan lebat dan longsor. Ini sudah diperbaiki PT. Multikon Jagat Perkasa,” kata Andi seraya mengatakan, ini pekerjaan tahun kemaren.

Lain lagi dikatakan M. Albar Daeng, mantan Satker PJN Wilayah Sumbar yang sekarang digantikan Thaibur. Kata Albar via WA nya, memang ini pekerjaan tahun 2019. Secara prosedur dan administrasi saya nggak punya hak lagi untuk menjawab berita.”Saya bukan pejabat Kasatker PJN Wilayah 1 Sumbar lagi,” katanya, Sabtu (13/6).

Deni kontraktor pelaksana saat dikonfirmasikan via hp selulernya, Sabtu (13/6) mengaku terjadinya longsor saat hujan lebat akhir Desember 2019 setelah di PHO. Ia juga mengaku, lokasi jalan lurus bukan ditikungan.”Desember sudah diperbaiki dan setelah PHO masoh normal

Terkait kondisi jalan sekarang ini, katanya, kita tak akan memperbaiki, karena kita punya volume pekerjaan.”Sebaiknya tanyakan saja kepada PPK Andi, terkait pekerjaan tersebut. Kita sudah perbaiki sesuai instruksi dan untuk konfirmasi selanjutnya kepada yang berwenang di paket ini,” katanya, sembari menyebutkan, kontraktor sudah lihat kelapang dan ternyata karena longsor. Kita bisa perintahkan yang sesuai kontrak.

Tidak sampai di situ awak Media Infobanua.co.id mencoba komfirmasi Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan PU Sumbar, Dedi Rinaldi mengatakan kewenangan pengerjaan atau perbaikan jalan itu saat ini masih dalam pemeliharaan.

“PU Sumbar sudah mengetahui kondisinya, Jadi kewenangan dan program pemeliharaan sekarang ada di Kontraktor Pelaksana dan tangung jawab PPK,” kata Dedi.

**Nv/Tim

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.