Jejangkit Bergerak Tiada Hari Tanpa Tanam

0
14 views

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor berkomitmen tiada hari tanpa tanam Jejangkit Bergerak batanam sampai akhir hayat  yang digelorakan kepala dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Ir.H.Syamsir Rahman MP sebagai penyemangat kerja tanam padi bersama jajarannya saat tanam perdana di eks lokasi HPS ke 38 tahun 2018 Jumat 20 Juni 2020.

Tanam padi unggul berumur varietas inpari 32 berumur 100 hari mempunyai kelebihan produksi tinggi, terus dikembangkan untuk mempertahankan predikat provinsi 10 besar penyangga pangan nasional.

Tahun 2020 merupakan tahun ke 3 lokasi rawa monoton Jejangkit yang menjadi sejarah nasional di abad ini sebagai lambang kemakmuran di negara agraris Indonesia yakni lokasi Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 tahun 2018 .

Kepala Dinas TPH Kalsel sebagai pelaksana lapangan khusus tiada hari tanpa tanam sebagaimana komitmen gubernur Sahbirin Noor  yang akrab dipanggil Paman Birin dengan luas 10 hektar sebagai starter pengelolaan lanjutan  dari 750 hektar dibuka tahun 201, ,dalam waktu dekat juga  akan dilakukan isolasi lahan khusus untuk menghindari kebakaran saat musim kemarau.

Bulan Juli 2020 sudah memasuki musim kemarau dan Dinas TPH Kalsel sudah mengusulkan alat mesin pertanian (Alsintan) dan sarana produksi sejenis obat herbisida  kepada kementerian pertanian untuk memaksimalkan lahan pencetus inspirasi program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) di Indonesia tahun 2019 agar benar-benar menjadi lahan sawah  regular yang bisa tanam dan panen minimal 2 kali setahun.

Lahan potensial Jejangkit 4500 hektar, namun yang dikelola pemerintah hanya 750 hektar sedangkan sisanya sebagian besar milik masyarakat yang tidak berdomisili di Kalimantan Selatan. Blok khusus eks HPS seluas 750 hektar akan disekat maksimal agar terhindar dari kebakaran dan sirkulasi air.

Sistem buka tutup untuk mencuci air asam tahun ini juga mengerahkan 100 unit eksavator  dan puluhan traktor TR4 pengolah lahan serta puluhan combine harvester (mesin pemanen padi) yang mampu memotong jerami mulai dari pangkalnya sehingga lahan kembali bersih dan terhindar dari bahaya kebakaran.

Lahan rawa monoton yang puluhan tahun tidak dimanfaatkan selain di desa Sampurna Kecamatan  Jejangkit kabupaten Barito Kuala juga di desa  Sungai Batang kecamatan Martapura Barat kabuppaten Banjar  juga digarap dengan  pola yang sama .

Jejangkit memang tahun pertama mulai dibuka kemudian dicoba tanam padi unggul dengan pola modern sesuai standar adaptasi tanaman dengan kadar hara tanah dengan sistem pengapuran untuk mengurangi keasaman tanah, namun karena tanam di luar musim dinyatakan gagal karena serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT ) terutama tikus yang merajalela.

Tahun ke 2 tahun 2019 dicoba kembali dan hasilnya bisa panen karena lahan yang dibuka lebih luas  karena di luar sekatan lokasi HPS masyarakat juga banyak yang nanam padi. Keasaman tanah pada tahun 2 (2019 ) Ph tanah  sudah mencapai 5,5 dalam arti tanaman padi sudah mulai beradaftasi dengan kesedian hara dilahan dan air asam /gambut mulai berkurang, sehingga padi tumbuh baik.

Tahun 2020 untuk menyamakan hasil lahan baru dengan lahan sawah umum ada dua syarat kata Syamsir Rahman yakni masa tanam kembalikan ke sistem umum yakni tanam pada musim MH dan MK sebagaimana kalender tanam regular Oktober-Maret(Okmar) dan April –September (Apsep). Tujuannya agar resiko serangan OPT berkurang karena terbagi dengan tanaman padi lahan lain ,karena OPT bukan harus dibasmi atau dimusnahkan tetap dikendalikan agar alam tetap seimbang.

Dinas TPH yang mendapat tugas khusus dari Paman Birin sebagai instansi pemerintah pengelola dan penyedia pangan  dan hortikultura tahun 2020 menarget 1,8 juta ton stara beras dan berdasarkan  hasil survey lapangan MK 2020 April-September sekitar 300 ribu hektar tanaman padi lokal  akan panen mulai bulan Juli sampai Agustus  dengan prediksi hasil komulatif produksi 800.000 ton Gabah Kering Panen atau cukup untuk persediaan konsumsi masyarakat Kalimantan Selatan 2 tahun dengan asumsi jumlah penduduk 4.660 ribu jiwa ,sehingga masih surplus untuk menyuplai ke provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

(Ayi Kuswana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.