Beberapa Walimurid di Blitar, Mengeluh Tahun Ini Ada Dugaan Kecurangan PPDB SMAN, Dijalur Zonasi

120 0

Blitar, Infobanua.co.id – Ada siang ada malam, ada hitam ada putih, ada yang kontra pasti ada yang pro, itulah corak ragam pemikiran masyarakat Blitar saat ini.

Pasalnya, ada beberapa wali murid di Kota Blitar mengeluhkan dugaan kecurangan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi tingkat SMAN di Kota Blitar.

Salah satu di antara wali murid di Kota Blitar, yang tidak mau disebutkan namanya, mengaku kecewa dengan adanya dugaan manipulasi jarak pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA tahun 2020 ini.

Dia menjelaskan bahwa, anaknya tidak dapat diterima dengan jalur zonasi karena banyaknya calon siswa yang mendadak pindah domisili ke sekitar sekolah tersebut.

“Surat Keterangan Domisili atau SKD diduga menjadi penyebab anak dan beberapa siswa gagal dalam PPDB 2020 jalur zonasi” katanya kepada awak media, Selasa 01-07-2020, siang ini.

Menurut dia bahwa, sebelumnya pernah mendapat tawaran dari oknum Komite di salah satu SMPN di Kota Blitar yang mengaku bisa mengatur PPDB dengan syarat ikut pindah domisili ke sekitar sekolah SMAN yang menurut dia sebagai sekolah vaforid di Blitar.

Namun saat itu dirinya menolak karena ia meyakini anaknya tetap bisa masuk di SMAN yang dia dambakan itu, karena rumahnya yang berada di zona lingkungan dekat dengan sekolahan.

“Ternyata, saat pengumuman, anaknya tidak diterima di SMAN yang dia idamkan itu, karena banyaknya calon siswa yang mendadak pindah domisili ke sekitar SMAN favorid tersebut” jlentrehnya

Karena itu, dia berencana akan melaporkan hal ini kepada DPRD Kota Blitar agar bisa diusut dan diketahui siapa oknum yang bermain dalam proses PPDB 2020 di tingkat SMAN ini.

Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Blitar, Ramli mengatakan bahwa, jalur zonasi merupakan jalur penerimaan dengan kuota terbanyak, yaitu 50 porsen dari pagu sekolah.

“Jalur zonasi dilakukan selama 3 hari mulai Senin 22 Juni sampai Rabu 24 Juni 2020 dengan sistem online,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Blitar, Ramli.

Menurut Ramli, berbeda dari tahun sebelumnya, pada pendaftaran PPDB melalui jalur zonasi tahun ini langsung terhubung dengan server milik pusat.

“Sekolah tidak bisa melakukan verifikasi maupun validasi terhadap data calon siswa seperti tahun sebelumnya, sehingga diterima atau tidaknya siswa ditentukan langsung dari server pusat,” jlentrehnya. (Eko.B) 

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com