DPC PDIP Kabupaten Blitar, Pilih Diam Untuk Berkomentar Tentang Pilkada Serentak 2020

  • Whatsapp

Blitar, Infobanua.co.id – Pemihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 akan segera di gelar 09 Desember mendatang.

Nama calon Bupati dan Wakilnya, yang akan diusung dari PDIP dalam Pilkada Blitar 2020, terus menjadi pusat perhatian umum. Terlebih, belakangan santer beredar kabar bahwa rekomendasi DPP PDIP kembali diberikan kepada pasangan petahana Rijanto-Marhaenis yang sekarang masih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Blitar.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar dan sebagai Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo, membenarkan kabar yang santer beredar itu.

Namun untuk informasi lebih dalam, dia mengaku tidak mau banyak bicara soal pilkada.

“Saya dan teman-teman pengurus sementara memilih diam alias tidak banyak bicara tentang pilkada. Saya tidak mau memancing suasana di Kabupaten Blitar ini jadi tidak kondosif. Saya ingin rakyat tetap tenang di tengah suasana pandemi ini. Sudah seharusnya kita menunggu surat rekomendasi resmi, jangan sampai seperti bayi prematur,” kata Marhaenis, kepada awak media, Rabu 01-07-2020.

Menurut Marhaenis, DPC PDIP taat kepada pimpinan partai serta mengedepankan konsolidasi dengan intern partai serta masyarakat. Namun, jika rekomendasi DPP PDIP benar-benar dipercayakan kembali kepadanya, dia siap mengawal rekomendasi dan memenangkan siapa pun pasangan yang diusung.

“Mari, siapa yang ditunjuk DPP, saya selaku Ketua DPC dan seluruh jajaran pengurus lainnya harus mengawal rekom dan memenangkan rekom siapa pun yang direkomendasikan oleh partai,” jlentrehnya.

Masih menurut Marhaenis, bahwa pihaknya mendukung kepada pimpinan partai, apa pun keputusannya kami terima. Dan yang terpenting kami ingin selalu dekat dengan rakyat. Selain harus selalu konsolidasi dengan pengurus partai, di tingkat masyarakat juga harus ada komunikasi.

Sebagaimana diketahui, pada Pilbup Blitar 2015 lalu, agenda tersebut menjadi perhatian umum lokal maupun nasional. Pasalnya, pasangan Rijanto-Marhaenis menjadi calon tunggal melawan kotak kosong dalam pesta demokrasi yang digelar setiap lima tahun sekali itu. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *