Forum Peduli Desa Watulimo Akan Geruduk Balai Desa, Tuntut Tanah Aset Desa Dikembalikan

  • Whatsapp

Trenggalek, Infobanua.co.id – Masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Desa(FPD),Desa Watulimo, kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, akan menggelar aksi menuntut dikembalikannya hak atas sebagian tanah aset desa yang diduga sudah dikuasai secara pribadi.

Sebelumnya perwakilan warga telah klarifikasi ke pihak pemerintahan Desa yang dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2020 bertempat di balai desa Watulimo, dan menurut warga hasilnya masih mengambang dan hingga saat ini belum ada kejelasan.

Kordinator Forum Peduli Desa (FPD) Watulimo,Sunaryo mengatakan, bahwa aksi besok menuntut dikembalikannya aset tanah kas Desa yang diduga sudah berpindah tangan untuk dikembalikan ke aset desa seperti semula.

“Oleh karena itu, warga meminta Pemerintah Desa Watulimo bersama BPD untuk mengadakan tindak lanjut klarifikasi agar kami (FPD) segera mendapat kejelasan tentang status tanah tersebut,” ujar Kordinator FPD, Sunaryo,kepada Infobanua.co.id,Selasa (30/6/2020)

Warga mempertanyakan tanah kas Desa seluas 616 meter yang sudah berpindah tangankan ke seseorang tanpa melalui keputusan Desa dinilai cacat prosedur.

Lebih lanjut Sunaryo mempertanyakan atas surat pernyataan Pjs.Kepala Desa, Darminto yang dibuat pada tanggal 8 Juli 1998 yang dalam isi surat pernyataan tersebut Darminto sanggup untuk menyelesaikan persoalan sertifikat tanah atas nama Ahmad Djauzi Turseno ke status semula sebagai tanah kas desa.

Direncanakan aksi warga Peduli Desa Watulimo untuk klarifikasi dan menuntut agar tanah aset Desa bisa dikembalikan seperti semula akan digelar pada Kamis, 2 Juli 2020 di balai Desa setempat.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Watulimo, Sunardi menuturkan, bahwa kasus ini pernah mencuat 22 tahun silam, Namun hingga saat ini tidak kunjung tuntas.

Sunardi merupakan salah satu saksi hidup dan juga tokoh demo waktu itu ketika sekretaris Desa pada tahun 1998 membuat surat pernyataan kesanggupan untuk mengembalikan aset tanah Desa ke seperti semula.

“Pada waktu itu terjadi demo besar yang dihadiri sekitar 1000 orang, menuntut dikembalikannya atas tanah aset desa, setelah terjadi demo keluar surat pernyataan yang dibuat dan ditandatangani oleh pihak Sekretaris Desa pada waktu itu, warga berpikir prosesnya sudah selesai,” ucap Sunardi

Sambung Sunardi, dalam perjalanan waktu ternyata tanah itu belum dikembalikan ke Desa sebagai tanah aset, malah terdengar tanah itu bersertifikat hak milik pribadi dan akan dijual ke orang lain.

“Warga tidak memiliki kepentingan apapun selain menuntut dikembalikan tanah aset Desa seperti semula, Seharusnya aset atau tanah desa dapat dikelola Desa untuk kepentingan masyarakat, bukan hanya digunakan untuk kepentingan pribadi,” pungkasnya

penulis : Sarno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *