Jemput Bolah Bnnk Nunukan Bina 77 Pekerja Imigran Indonesia Mantan Penguna Narkotika Dimalayaia

  • Whatsapp

Nunukan – Kaltara Kompol La Muati,SH bersama jajarannya berperan aktif melakukan Pembinaan dari 77 Pekerja Migran Indonesia Deportasi Mantan Penyalahguna Narkotika.

Pada hari Selasa 30 Juni 2020 sebanyak 408 Pekerja Migran Indonesia & Warga Negara Indonesia dideportasi dari Malaysia menuju Nunukan.

Setibanya di Pelabuhan Tunon Taka, dilaksanakan pemeriksaan kesehatan suhu tubuh dan rapid test Covid-19 dengan hasil seluruh Deportan dinyatakan non reaktif.

Setelah proses penyerahan surat hasil pemeriksaan Covid-19 diberikan oleh tim gugus tugas, maka Tenaga Kerja Indonedia lanjut ke proses penampungan dimana seluruh Deportan dibawa menuju rusunawa Sedadap nunukan Selatan untuk menginap selama satu malam setelah itu bagi yang mau pulang kekampung halamannya maka biaya tranportasi ditanggung oleh BP3TKI dan bagi yang mau sama keluarganya silahkan dan bagi yang mau urus paspor untuk kembali bekerja dimalaysia diserahkan kepada PJTKI

Pada hari Rabu 1 Juli 2020, Dari 408 Deportan terdapat 77 orang yang semuanya adalah Pekerja Migran Indonedia mantan penyalahguna narkotika semasa bekerja di Malaysia.

Kemudian 77 Pekera Migran indonesia tersebut dipisahkan dari deportan yang lainnya kemudian diberi pengarahan oleh Kasi P2M Badan Narkotika Nasional nunukan Bapak Murjani Shalat SE dan Penyuluh Narkoba Nunukan bapak Tuan Zaenal Arifin SKM.

Pengarahan meliputi bahaya narkoba bagi kesehatan & kehidupan, cara supaya tidak terjerumus kembali,kedalam dunia hitam Komitmen untuk tidak lagi menyalahgunakan narkotika dan membuka lembaran kehidupan baru menjadi pribadi yang lebih baik.

Setelah diberi pengarahan singkat, dari 77 Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut sebanyak 7 PMI yang warga Nunukan dipisahkan dan didata.

Dari pendataan yang dilaksanakan pada jam 09.30 WITA tersebut didapatkan hasil sebagai berikut :

a. 85,72 % dari mereka mengaku mengetahui bahwa narkotika adalah barang terlarang.

b. 100 % dari mereka mengaku menyalahgunakan narkotika jenis sabu atau di Malaysia biasa disebut Batu.

c. 57,15 % dari mereka mengaku awal menyalahgunakan narkotika karena diajak oleh teman kerja dan sisanya karena mencoba sendiri.

d. 100 % dari mereka mengaku jika alasan menyalahgunakan narkotika adalah untuk bekerja.

e. 100 % dari mereka mengaku sudah berhenti menyalahgunakan narkotika semenjak tertangkap oleh petugas.

Menanggapi data tersebut, Kepala Badan Narkona Nasiona (BNN) kabupaten Nunukan Kompol La Muati,SH. MH berpesan bahwa persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa Narkotika untuk kuat bekerja adalah persepsi yang sangat keliru, justru tubuh akan rusak karena telah dipaksa beraktivitas diluar kemampuannya.

Dan jangan mudah terpengaruh oleh bujukan rayuan teman, khususnya teman sesama pekerja jika diajak menyalahgunakan Narkotika kalian menolak secara Halus bilang tidak terbiasa cukup anda saja.

Sebelum dipulangkan ke alamat asal oleh petugas BP2MI, mereka semua telah berjanji kepada Diri dan kepada Allah untuk tidak menyalahgunakan narkotika dan akan berperilaku baik setibanya kembali di kampung halaman.

Amsal Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *