Pemkab Trenggalek Izinkan Hajatan Pernikahan, Ini Syaratnya

  • Whatsapp

Trenggalek, Infobanua.co.id – Menjawab keluh kesah para pekerja dan pengusaha seni yang tergabung dalam Paguyuban Sor Terop, Pemerintah Kabupaten Trenggalek akhirnya mengizinkan hajatan pernikahan selama prosesi hajatan pernikahan bisa mematuhi aturan dan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk memberikan gambaran atau acuan bagaimana standar hajatan yang sesuai dengan protokol kesehatan di era new normal ini, Pemkab Trenggalek bersama paguyuban Sor Terop menggelar simulasi hajatan new normal di Pendapa Manggala Praja Nugraha,Selasa (30/6/2020).

Dalam simulasi ini, setiap prosesi pernikahan dilaksanakan berbeda dengan prosesi pernikahan pada umumnya demi menyesuaikan agar protokol kesehatan pencegahan covid-19 bisa diterapkan, tanpa harus kehilangan kesakralan dari hajatan itu sendiri.

Bupati Trenggalek, Moch. Nur Arifin saat simulasi hajatan pernikahan di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Selasa (30/6/2020)

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin kepada awak media menuturkan,  ada beberapa hal yang diatur dalam hajatan new normal yang diperbolehkan dimasa pandemi saat ini.

Konsepnya tetap dengan protokol pencegahan penularan covid-19 dimana jumlah tamu undangan dibatasi per satu waktu satu ruangan, yaitu maksimal 20% sampai 30% dari maksimal kapasitas ruangan atau maksimal 30 orang.

Mulai dari tamu undangan masuk juga dilakukan pengecekan, sedangkan untuk tamu undangan atau besan  dari luar kota wajib menyertakan surat keterangan sehat, rapid tes non reaktif ataupun PCR negatif covid.

Selain itu Bupati Nur Arifin juga meminta satgas desa untuk memastikan pada satu waktu, satu desa hanya boleh ada satu hajatan.

Aturan ini dimaksudkan agar gugus tugas tiga pilar  bisa mengontrol protokol kesehatan acara secara ketat.

“Sehingga mungkin nanti yang menjadi baru di era new normal ini, hajatannya bisa dilaksanakan, tetapi mungkin memakan waktu yang lebih lama mungkin dari pagi sampai malam karena undangan bergantian 30, 30, 30 begitu,” jelas Bupati Arifin.

Lebih lanjut bupati mengatakan, demi meminimalisir resiko penularan dari luar daerah, vendor pengisi acara yang diperbolehkan hanyalah vendor lokal dari Kabupaten Trenggalek.

“Dengan harapan karena kita masih meyakini belum ada transmisi lokal sehingga kita pastikan bahwa pengisi acara vendor kalau di dalam Trenggalek aman,” terangnya.

Kemudian yang kedua tidak ada makan di tempat, jadi nanti catering langsung di sediakan dalam bentuk bungkusan yang siap dibawa pulang oleh tamu undangan sehingga tamu tidak berlama-lama saat berada di hajatan.

Bupati Nur Arifin menegaskan telah membuat peraturan bahwa semua hajatan keramaian harus mendapatkan izin dari Satgas Covid di desa.  Sehingga kalau tidak bisa mematuhi nanti tiga pilar bisa untuk kemudian memperingatkan untuk melengkapi dulu sebelum acara kembali dilanjutkan.

“Makanya kenapa saya batasi setiap desa hanya boleh satu hajatan di satu hari, itu agar satgas desa bisa memastikan,” tegasnya.

“Ketika salah satu manten dari luar kota, jadi harus menyertakan surat sehat.  Jangan sampai niatnya menyatukan 2 orang keluarga yang ingin besanan kemudian terus terjadi penyakit,” pungkasnya

penulis : Sarno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *