SMSI

Empat Kelurahan di Kota Banjarmasin Zona Hitam

Empat Kelurahan di Kota Banjarmasin Zona Hitam

BANJARMASIN – Gugus tugas percepatan penanganan penyebaran virus  COVID-19 Kota Banjarmasin terus meningkat, hingga kewaspadaan makin ditingkatkan, apalagi kini empat kelurahan bisa dikatagorikan masuk zona hitam.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Banjarmasin Machli Riyadi di Banjarmasin, Jumat mengungkapkan penyebaran virus COVID-19 di Kota Banjarmasin kini sudah mencapai 1.441 orang terkonfirmasi positif, ada  254 orang sembuh dan 122 orang meninggal dunia.

Menurut dia, empat kelurahan menyumbang terbanyak kasus terkonfirmasi positif COVID-19 hingga dikatagorikan sudah memasuki zona hitam.

Keempat kelurahan itu adalah Teluk Dalam di Banjarmasin Tengah, Pemurus Baru dan Pemurus Dalam di Banjarmasin Selatan, terakhir Pekapuran Raya di Banjarmasin Timur.

Berikut rincian kasus penyebaran COVID-19 di empat kelurahan itu, Kelurahan Teluk Dalam terkonfirmasi positif sebanyak 65 orang, di mana sembuh baru satu orang dan meninggal sepuluh orang.

Kemudian Kelurahan Pemurus ada 77 orang, sembuh delapan orang dan meninggal tujuh orang. Pemurus Baru  64 orang, sembuh lima orang dan meninggal tujuh orang.

Terbanyak kasus positif COVID-19 di Pekapuran Raya sebanyak 104 orang, sembuh sebanyak 21 orang dan meninggal tujuh orang.

Machli Riyadi yang juga sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ini menyampaikan, keempat kelurahan yang dinyatakan zona hitam penyebaran COVID-19 ini mendapatkan perhatian khusus.

“Sebab lonjakan kasusnya sangat mengkhawatirkan belakangan ini,” sebutnya.

Machli Riyadi menerangkan, sebenarnya dalam istilah kesehatan tidak mengenal namanya zona hitam. Karena pedomannya cuma empat, hijau, kuning, orange dan merah.

Zona hitam ini, menurutnya warna merah yang sangat pekat sehingga disimpulkan bahwa kawasan tersebut zona hitam.

“Ini kita sampaikan kemasyarakat agar lebih berhati-hati karena zona hitam sangat berbahaya,” terangnya.

Ditambahkan, apabila tidak disampaikan begitu otomatis masyarakat sangat menyepelekan penyebaran virus ini.

“Ketemu di jalan mereka tidak bemasker. Itu fakta yang kita lihat setelah berputar memantau dan jujur sangat prihatin,” tuturnya.

Sebagaimana langkah pencegahan penularan COVID-19 di daerah ini, pemerintah kota terus melakukan sosialisasi dan himbauan agar masyarakat terus mentaati protokol kesehatan.

Bahkan masyarakat Banjarmasin pula sangat didukung untuk membentuk Kampung Tangguh Banua, di mana sekarang sudah ada di 52 kelurahan di ibu kota provinsi ini.

Sumber antara

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan