Eri Sofyar Akui Postingan di Akun Mar Yanto Perintah IC

  • Whatsapp

AKTOR INTELEKTUAL MULAI TERBONGKAR

BUKITTINGGI, Infobanua.co.id – Aktor intelektual dalam kasus akun Palsu Mar Yanto yang menghebohkan masyarakat Sumatera Barat dan Indonesia mulai terkuak. Eri Sofyar (ES) Kabag Umum Pemkab Agam yang merupakan salah seorang tersangka dalam kasus ITE itu mengaku menyesali atas perbuatan yang dilakukannya. ES tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan Ujaran Kebencian terhadap anggota DPR RI Asal Sumatera Barat (Sumbar), Ir.H Mulyadi, menyampaikan surat permohonan maaf secara tertulis ke Rumah Aspirasi Ir, H. Mulyadi, di Jalan Soekarno Hatta, Manggis Ganting, Kota Bukittinggi, Rabu (1/7)

Permohonan maaf secara tertulis dalam bentuk surat pernyataan terbuka itu, di sampaikan dan di serahkan oleh Adi Rahman kuasa hukum ES, didampingi pihak keluarga kepada tim Rumah Aspirasi Mulyadi, dan diterima oleh Lasmawan.

Dalam surat permohonan maaf tersebut, ES menyampaikan, sehubungan dengan keadaan yang ia alami dalam dugaan tindak pidana atas laporan polisi No:LP/191/V/2020/SPKT-SBR tertanggal 4 Mei 2020, telah menjadikan dirinya berstatus sebagai tersangka pada Polda Sumbar

ES ditetapkan sebagai tersangka atas perbuatan postingan foto-foto Ir.H Mulyadi dan kata kata di dalam akun Facebook atas nama Mar Yanto, yang diduga telah mencemarkan nama baik dan kehormatan anggota DPR RI asal Sumbar tersebut, serta mengandung unsur ujaran kebencian.

“Atas perbuatan postingan yang saya lakukan itu, saya secara pribadi menyesali seluruh rangkaian peristiwa hukum yang telah terjadi,” tulis ES dalam surat permohonan maaf itu.

Lebih lanjut ia menuliskan, seluruh postingan yang dilakukannya tersebut terjadi bukan atas kemauan dirinya pribadi, melainkan atas perintah atasannya yaitu IC (Indra Catri-red) Bupati Agam. Sebelum postingan itu disebarluaskan, hal tersebut terlebih dahulu juga sudah mendapat persetujuan dari Martias Wanto (MW) Sekda Agam. Saya sebagai Kabag Umum, MW dan IC adalah atasan saya di Pemda Agam, tulisnya.

Lebih lanjut ES menuliskan, bahwa perlu juga diketahui, tidak ada sedikitpun kepentingan saya terhadap postingan tersebut, melainkan hanya menjalankan perintah yang diberikan oleh atasan saya tersebut diatas dalam rangka menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (PIlkada ) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat. Dengan tujuan akhir agar masyarakat Sumatera Barat membenci Ir.H Mulyadi, sehingga elektabilitas Mulyadi yang juga sebagai bakal calon Gubernur Sumatera Barat pada pilkada 2020 tersebut turun.

“ Perlu juga bapak ketahui, bahwa dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 lalu, saya sekeluarga justru memilih dan mendukung bapak Mulyadi untuk mewakili masyarakat Sumatera Barat di DPR RI,” sebut ES dalam suratnya.

Atas semua uraian yang telah disampaikan diatas ucap ES, saya memohon maaf yang sebesar besarnya kepada bapak Ir.H Mulyadi. Besar harapan saya, supaya bapak memaklumi posisi saya sebagai anak buah, sehingga bisa memberikan maaf kepada saya, dan akhirnya bisa membantu saya dalam menghadapi proses hukum ini.

“Demikianlah surat permohonan maaf ini saya sampaikan. Semoga Allah SWT membukakan pintu hati bapak untuk memaafkan saya. Surat pernyatan permohonan maaf ini saya buat dengan sebenarnya dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari orang lain,” tutup ES dalam surat permohonan maaf tersebut.

*Rel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *