Dirut Rumah Sakit Sambang Lihum Meminta Jujur Kepada Daerah Soal Penyerahan Pasien Covid-19 Dengan Ganguan Jiwa

183 0

Banjar, infobanua.o.id – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum yang berada di jalan Gubernur Syarkawi, telah menerapkan protokol kesehatan keseharian secara ketat. Dalam menyikapi menjadi rumah sakit ideal dalam penanganan covid-19 untuk orang dengan ganguan jiwa Selasa (7/07).

Direktur RSJ Sambang Lihum, Dr. H. IBG Dharma Putra menjelaskan, pihaknya menerapkan sistem zonasi wilayah, atau yang lebih dikenal dengan pemakaian masker wilayah di lingkungan RSJ Sambang Lihum demi meminimalisir terjadinya penularan Covid-19.

“Jadi terdapat tiga zonasi yakni, zonasi meragukan, zonasi bebas, dan zonasi observasi. Untuk zonasi meragukan kita bagi dua lagi yakni zonasi ringan dan zonasi berat atau berisiko tinggi terhadap penyebaran Covid-19, sehingga pasien tidak bercampur,” Ucap Dr. Dharma.

Ditambahakan oleh Dr. Dharma, pihaknya juga ingin menerapkan pemaskeran zonasi pada wilayah atau pembatasan wilayah menggunakan kain dalam protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di RSJ Sambang Lihum. Namun, menimbang risiko yang mungkin ditimbulkan, hal itu pun urung dilakukan.

“Sayangnya di RSJ Sambang Lihum kita tidak bisa memasker wilayah atau pembatasan wilayah menggunakan kain karena takut pembatas tersebut dipakai untuk bunuh diri, sebab risiko bunuh diri pada orang atau ODGJ cukup tinggi,” Cetus Dr. Dharma.

Agar pelayanan RSJ Sambang Lihum tetap berjalan dengan aman ditengah masa pandemi Covid-19, lanjut Dharma, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan daerah agar lebih jujur terhadap keadaan pasien yang dirujuk.

“Semisal ada pasien gangguan jiwa yang perlu dirujuk ke RSJ Sambang Lihum, ya kita terima meskipun pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19 atau tidak tetap kita terima dengan memberlakukan protokol kesehatan”.

Tapi Jangan sampai terjadi pasien yang tidak ada gangguan jiwa dan kondisinya belum bisa di pastikan apakah positif atau tidak mengenai (Covid-19). Lalu di rujuk ke RSJ sambang lihum, dengan alasan membuang pasien.Hal ini lah yang kami minta dari kejujuran daerah, Pungkasnya

Febri

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *