GBI Pusat Sesali Pengaduan Terhadap Openten Gulo

  • Whatsapp

Gunungsitoli – Heru Cahyono, Sekretaris Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia (BPH-GBI), menyesali pengaduan terhadap Openten Gulo mantan Ketua Badan Pekerja Daerah Gereja Bethel Indonesia (BPD GBI) Kepulauan Nias dalam perkara dugaan penggelapan 1 unit mobil milik GBI, yang menyebabkan Openten Gulo ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian dan telah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.

Jaksa Penuntut Umum yang membacakan dakwaannya pada sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Gunungsitoli minggu lalu (24/6), Kuasa Hukum Openten Gulo mengeksepsi dakwaan jaksa tersebut karena menilai, dakwaan tersebut tidak mempunyai dasar hukum untuk diajukan sebagai perkara tindak pidana penggelapan.

Pada sidang pengajuan eksepsi terhadap dakwaan jaksa penuntut umum yang digelar kemarin, (9/7). Hakim menolak eksepsi dari terdakwa melalui kuasa hukumnya. Majelis hakim berpendapat, bahwa dakwaan jaksa penuntut umum telah sesuai.

Sementara, sekretaris BPH GBI, Heru Cahyono kepada wartawan minggu lalu menyebut, bahwa sangat menyesali peristiwa yang dialami Openten Gulo.

“Secara pribadi, saya sangat menyesali pengaduan tersebut. Sebab pada khususnya, ketika terjadi persoalan-persoalan apapun yang ada hubungannya dengan GBI, kita tidak pernah berkeinginan untuk dibawa ke rana hukum. Kita selalu mengedepankan musyawarah mufakat untuk menyelesaikannya berdasarkan kasih kristus” ujar Heru kepada wartawan saat dihubungi via selularnya.

Diakui Heru, bahwa akibat dari peristiwa ini, berimbas kepada Ketua Umum GBI dan pengurus lainnya, sehingga pihaknya membentuk tim ed hoc.

“Kita dari pusat telah meminta 2 orang tim dari BPD GBI Kepulauan Nias untuk mengambil inisiatif terhadap persoalan ini agar disudahi, teknis penyelesaiannya kita serahkan sepenuhnya kepada pengurus BPD Kepulauan Nias yang dihunjuk” ucap Heru.

Menurut istri Openten Gulo, laporan terhadap suaminya adalah sama sekali tidak benar dan tidak pernah dilakukannya.

“Suami saya yang dituduh menggelapkan mobil sama sekali tidak benar, suami saya adalah seorang hamba tuhan yang sekaligus sebagai pejuang terbentuknya 165 gereja GBI di Kepulauan Nias yang sebelumnya hanya sebanyak 35 gereja. Atas proses hukum yang telah dilakukan sehingga suami saya ditetapkan sebagai tersangka, saya hanya dapat mendoakan pihak penegak hukum agar selalu diberkati dan dilindungi dalam menjalankan amanah yang dititipkan negara dan mereka yang telah dipilih Tuhan untuk mengungkap hal yang benar. Bagi saya, semua peristiwa yang terjadi karena seizin yang maha kuasa, tentu akan indah pada waktunya ” ucap Istri Openten Gulo dengan mata berkaca-kaca saat ditemui wartawan di Gunungsitoli.

Menanggapi pernyataan Heru Cahyono, Istri Openten Gulo menyatakan bahwa, hingga saat ini, tim ed hoc yang disebut-sebut belum mendatangi kami sekeluarga, justru anak sulung saya datang kepada BPD untuk memohon agar penahanan terhadap orang tuanya ditangguhkan. Namun dengan berbagai alasan, BPD GBI Kepulauan Nias seperti tidak berniat untuk membantu menyudahi perkara ini seperti diharapkan BPH GBI. Akan tetapi, kata istri Openten “nasi sudah menjadi bubur”. Biarlah pengadilan akhir zaman yang mengadili semua perkara didunia ini. Karena kita yakin bahwa, tak seorang pun ada yang sempurna didunia. Namun, saya tetap akan membawa mereka didalam doa, agar mereka diampuni tuhan, karena mereka tidak tau apa yang telah mereka perbuat. Ucap Istri Openten penuh haru.

Istri Openten berharap kepada BPH GBI agar turun tangan untuk mewujudkan perdamaian dengan penuh kasih dengan meminta pihak kejaksaan maupun pengadilan untuk menangguhkan Openten Gulo dari tahanan, karena tim ed hoc yang telah ada tidak menunjukkan inisiatif seperti diharapkan BPH, harap istri Openten. (arman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *