SMSI

Pemotongan Hewan Qurban Harus Penuhi Protokol Kesehatan

Pemotongan Hewan Qurban Harus Penuhi Protokol Kesehatan

TEGAL, infobanua.co.id – Bupati Tegal yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan Agus Subagyo mengatakan, dalam situasi pandemi virus corona saat ini, akan ada penyesuaian yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal dalam pelaksanaan penyembelihan qurban tahun ini. Tujuannya, agar ibadah dapat dijalankan dengan tetap meminimalisir potensi terjadinya penularan Covid-19 karena meningkatnya aktivitas dan interaksi antar-masyarakat saat pemotongan hewan qurban.
“Penyelenggaraan penyembelihan hewan qurban di tengah Pandemi dibolehkan dengan persyaratan penerapan protokol kesehatan. Panduan penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban ditengah pandemi Covid-19 akan ditetapkan sebagai acuan bagi masyarakat dalam teknis operasionalnya” kata Agus Subagyo dalam konferensi pers Kamis (9/7/2020) di Posko Gugus Tugas yang disiarkan secara live oleh Radio Slawi FM dan kanal youtube pemkabtegal.
Konferensi pers yang di selenggarakan Dinas Kominfo selaku Koordinator Bidang Humas Gugus Tugas itu juga dihadiri Juru Bicara Gugus Tugas Covid dr.Joko Wantoro,MM, Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Ir.Chofifah,MM dan Kepala Kantor Kementerian Agama Drs.H.Sukarno,MM

Kepada segenap panitia Idul Qurban, Agus Subagyo berharap agar disiplin mematuhi protokol kesehatan yaitu jaga jarak, selalu pakai masker, sering cuci tangan pakai sabun dan meminimalisir kerumunan masyarakat. Semua itu dilakukan untuk meminimalisir penyebarluasan covid-19 dan tidak muncul kasus atau klaster baru di Kabupaten Tegal.
Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tegal Sukarno menjelaskan sudah terbit Surat Edaran Kemenag Nomor 18 Tahun 2020 tanggal 30 Juni 2020 sebagai panduan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 Hijriah / 2020 Masehi agar Masyarakat tetap Produktif dan Aman Covid-19.
Menurut surat edaran tersebut, penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah. Kecuali di tempat-tempat yang dianggap belum aman dari Covid-19 oleh pemerintah daerah atau gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.
Bagi warga yang akan melaksanakan penyembelihan hewan kurban, wajib untuk memperhatikan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. “Sosialisasi dan pengawasan penerapan protokol kesehatan akan dilakukan oleh aparat kantor wilayah kementerian agama provinsi, kantor kementerian agama kabupaten/kota, dan kantor urusan agama kecamatan – bersinergi dengan instansi yang membidangi fungsi kesehatan hewan dan instansi terkait,” kata Sukarno
Dijelaskan, penyembelihan hewan kurban harus memenuhi persyaratan yaitu Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), meliputi: -Pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik; -Penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, hanya dihadiri oleh panitia dan pihak yang berkurban; -Pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging; -Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik atau penerima daging qurban.

Ia menambahkan, penerapan kebersihan personal panitia, meliputi: Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu oleh petugas; -Panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan; -Setiap panitia yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan;

Dikatakan, penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para panitia agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Panitia menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah. “Panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga”, pesan Sukarno

Penerapan kebersihan alat, melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan; Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang panitia harus menggunakan alat lain maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.
“Dengan begitu, penyembelihan hewan kurban dapat berjalan optimal serta terjaga dari penularan Covid-19”, pungkasnya. (Hartadi Setiawan)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan