SMSI

SEKOLAH MENEGAH ATAS ISLAM TERPADU PERTAMA DINUNUKAN KALTARA.

SEKOLAH MENEGAH ATAS ISLAM TERPADU PERTAMA DINUNUKAN KALTARA.

Nunukan – Sekolah SMAIT punya Visi menjadikan Lembaga yang daoat melahirkan Generasi Islam yang memiliki Aqidah yang kokoh berakhlak Mulia berkopetensi tinggi dan memiliki kepedulian terhadap Agama bangsa dan Negara.
Misinya utama Mencetak Generasi Cerdas dan berakhlak Mulia.

Jurnalis media ini mewawancarai Arpiah ST. Selaku kepala Sekolah Menegah Atas Islam Terpadu (AMSIT).

Jurnalis bagaimana dengan keberadaan sekolah SMAIT dibawah yayasan Ibnusina?

Arpiah hadirnya SMAIT ibnu sina Ini adalah salah satu upaya kami untuk mewujudkan harapan orang tua di mana sudah bertahun-tahun orang tua itu Berharap ada kelanjutan lulus dari SMP IT Ibnu Sina mau melanjudkan kemana

dengan perjuangan sehingga pada tahun ini meskipun dengan segala keterbatasan Akhirnya bisa kita wujudkan dan untuk angkatan pertama kita sudah ada 1 kelas yaitu kelas IPA dengan jumlah siswa sementara 23 orang.

Meskipun mungkin dengan angkatan pertama tapi Alhamdulillah untuk kalau dengan sarana dan prasarana yang ada Kami mengupayakan yang terbaik meskipun masih banyak keterbatasan untuk itu kami berharap mudah-mudahan kedepannya ini juga mendapat perhatian khusus juga dari pemerintah provinsi karena kita berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi kalimantann Utara.

Poto Pengurus Komita sekolah SMAIT ibnusina nunukan

Kami berharap menjadi salah satu alternatif pilihan dan kami ketersediaan juga punya komitmen yang kuat bahwa meskipun kita ini sekolah yang baru tapi Insyak Allah dengan personil yang ada kita punya komitmen yang sama semangat yang sama Insyak Allah SMAIT ibnu bisa menjadi salah satu sekolah pilihan Paporit dan terbaik bukan hanya untuk Kabupaten Nunukan sekalimantan utara Itu impian saya selaku kepala dan Impian keluarga besar Yayasan Ibnu Sina.

Jadi meskipun kita di perbatasan tapi kita katakan tidak untuk terbatas, khususnya Dunia Pendidikan mudah-mudahan anak kita bisa memiliki Mutuh dan kualitas bisa bersaing secara Nasional Maupun tingkat Internasional.

Jurnalis Standarisasi dan kurikulum yang diterafkan di SMAIT?

Arpiah bahwa sistem pendidikan kami ada beberapa kurikulum yang kami terapkan yang pertama, kurikulum Kemendikbud karena memang kita di bawah di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi maka kurikulum yang kita pakai adalah kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemudian kita padukan juga dengan kurikulum jaringan Sekolah Islam Terpadu jadi Kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) yang juga punya arah yang melengkapi dari Kemendikbud dalam hal ini adalah penanaman nilai-nilai keislaman.

Sekolah Menegah Atas Islam Terpada (SMAIT) Ibnu Sina itu ini kami buka dalam bentuk Boarding School jadi ber asrama sehingga kami juga menerapkan kurikulum seperti yang diterapkan di pesantren jadi ada kegiatan-kegiatan atau program-program dalam rangka penguatan nilai-nilai keislaman.

Jurnalis Masalah Guru atauf Staf pengajar lulusan dari mana saja apakah sudah memenuhi standariasi atau Sertifikasi ?

Arpiah bahwa Guru atau Staf Pengajar di SMAIT sebagian besarnya Masih Muda dan Cerdas tapi ada juga sudah cukup pengalaman kebetulan dari 14 orang tim kami guru dan staf Pengajar semuanya 90% sarjana S1 bahkan ada 2 orang lulusan S2,
sudah punya pengalaman membina anak-anak Olimpiade bahkan sampai ke tingkat internasional sudah pernah membawa anak binaan untuk berlaga olimpiade matematika di Thailand jadi kalau cara kemampuan akademik Insya Allah sudah terbukti sudah pernab membawa anak-anak kita untuk berprestasi.

Kalau untuk sisi pendidikan keislaman karena kami juga punya target hafalan Qur’an ya Alhamdulillah kami juga punya pendamping 3 orang yang memang punya sertifikat hafal Quran 30 juz,
jadi ada dua Ustadzah dan satu Ustaz yang juga mempunyai sertifikat hafal Alquran 30 juz .

jadi Insya Allah sangat berpotensi membina anak-anak agar menjadi Hafidz Qu’ran insyak Allah sekolah kita mencetak Generasi Cerdas dan Berakhklak Mulia ujar Arpiah.

Jurnalis Bagaimana sistem pembelajaran dalam ruangan kelas begitu juga di Asrama ?

Arpiah :Kita konsepnya boarding jadi anak-anak diasramakan, asramanya terpisah antara Ikhwan atau laki-laki kemudian ada asrama khusus untuk akhwat atau perempuan.

Jurnalis apa yang memedakan sekolah umum dan sekolah islam lainya dengan SMAIT yang Ibu Pimpin?

Arpiah: karena kami ada di bawah jaringan Sekolah Islam Terpadu jadi kita juga punya kurikulum umum dan ada tambahan dari kurikulum kita padukan dengan mata pelajaran Kemendikbud yang umum jadi dari setiap mata pelajaran umum selalu ada muatan Islamnya jadi kita padukan didalam setiap mata pelajaran.

jadi misalnya guru matematika mengajarkan matematika bukan hanya sekedar matematika tapi apa ilmu Islam yang ada dalam matematika itu.

Kemudian misal belajar biologi dalam Islam apa yang membahas tentang biologi jadi dipadukan dengan itu ujar Arpiah.

Selain itu teroenting yakni
penguatan dari banyak program-program keislaman lainnya jadi penanaman nilai keislaman lebih banyak pada program program dan kegiatan yang ada misalnya di sini kita ada salat malam bersama ada puasa bersama sunnah rutin kemudian ada salat duha bersama yang itu mungkin yang belum diterapkan oleh teman-teman di sekolah islam yang lainya.

Jurnalis sampai ditutup pendaftarannya berapa siswa yang dierima?

Arpiah :Sampai hari ini ada 23 siswa 12 laki-laki dan 11 perempuan

Jurnalis: SMAIT Sekolah yang baru dibuka pertama kali dinunukan siswa yang mendaftar di SMAIT asal sekolah dari mana saja?

Arpiah: Bahwa siswa yang masuk mendaftar di SMAIT ada dari sebatik ada dari Palu ada dari Makassar ada dari SMP nunukan sebagian besar yang memang lulusan SMPIT jadi beragam.

Apa harapan ibu Arpiah kedepannya sehingga Yayasan ini semakin tahun semakin bertambah sukses khususnya bidang Pendidikan tingkat SMPIT & SMAIT ?

Arfia:Jadi Alhamdulillah kalau kami melihat respon masyarakat akan hadirnya sekolah kita ini cukup besar, angkatan pertama ini yang masuk kalau bisa dibilang di luar dari perkiraan kami di awal kami memperkirakan paling banyak 20 siswa.

Ternyata terus bertambah sehingga di bayangan kami tahun-tahun ke depannya itu jauh lebih besar lagi sehingga ini penuh perhatian khusus, Artinya Yayasan juga perlu bergerak cepat untuk Bagaimana memenuhi kebutuhan yang tidak terasa akan bertambah lagi siswa.

Lanjud Arpiah mengenai rencana pembangunan SMAIT kedepan dari Yayasan sudah ada mewakafkan tanah sebesar seluas 2,5 hektar untuk pembangunan gedung sekolah dan asrama permanen insyak Allah di mulai tahun depan dimulai pembangunannya, sehingga angkatan yang baru masuk ini nanti bisa sempat mendapatkan sekolah yang baru

Jurnalis apa bentuk harapan kepada org tua siswa dan masyarakat?

Arfia menyarankan bahwa mungkin masih ada Memang sebagian kekhawatiran orang tua dengan hadirnya kami ini sebagai sekolah swasta sebagian mengira bahwa karena swasta atau karena sekolah berbasis Islam maka mungkin akan sulit untuk masuk di sekolah di kelanjutan yang negeri.

Perlu kami luruskan bahwa Insya Allah kami sama juga dengan sekolah negeri orang tua yang memasukkan anaknya ke sekolah SMAIT yakin bahwa insya Allah bisa meraih kesuksesan itu harapan kami kedepannya.

Bagi melanjudkan keperguruan tinggi negri maupun swasta Meskipun mereka lulus dari SMAIT bahkan kami juga mengupayakan Jangankan ke wilayah-wilayah di Indonesia ke luar negeri sekalipun kita upayakan untuk mereka bisa lanjut ke sekolah manapun yang mereka inginkan.ujar Arpiah menutupnya.

VISI SMAIT “Mewujudkan Generasi muslim yang kokoh, mandiri dan berprestasi”

Misi SMAIT
(1) Membimbing siswa agar memiliki kepribadian islam yang kokoh aqidah, akhlak dan Ibadahnya.
(2) Menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kedisiplinan dan kemandirian.
(3) Memotivasi siswa agar selalu semangat untuk berprestasi.
(4) Membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan sehingga mampu bersaing dan siap melanjutkan ke perguruan tinggi terbaik.(AMSAL)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan