Pendidikan Diperbatasan Selama Pandani Krayan Minta Perhatian Khusus Agar Siswa Masuk Sekolah Bersama Stap Pengajarnya

Nunukan – kamis 23/07/2020 H.Junaidi SH kepala Dinas Pendidikan di dampingi Ridwan

Ridwan AS bahwa berdasarkan surat Edaran Bupati Nunukan dan penetapan pembelajaran dari rumah untuk TK Paud, SD, MI, SMP MTS dan kesetaraan tahun ajaran 2020-2021, tgl /07/ 2020.

Kedua surat Edaran Bupati Nunukan nomor P/ 130/ORG. 161 tentang perubahan.

Ketiga surat edaran Bupati Nunukan P/106/ORG.065 tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara dalam upaya pencegahan covid-19 di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Nunukan.

Ketiga surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan nomor 527/320/DISDIKBUD-VI/VII/2020 tentang surat edaran, disini surat edaran kepala dinas menegaskan bahwa semua guru sesuai dengan peraturan bupati segera melaksanakan tugas sebagai aparatur sipil negara maupun non aparatur sipil negara dalam hal ini kita minta kepada guru yang selama ini mereka bekerja di rumah karena adanya Peraturan Bupati sekarang kita bekerja dengan menggunakan sip sip dimana sip 1 dimulai dari pukul 8 sampai Jam 12.

Kemudian kedua dari jam 12 sampai jam 16 sore atau jam 4 sore. Artinya nya guru kita ini masing-masing sip termasuk di dinas hanya ada 4 jam dalam satu hari bekerja.

Jadi pada prinsipnya para guru sudah melaksanakan Adapun sistem pelajaran yang kita lakukan dan mereka laksanakan berdasarkan surat edaran tentang penetapan.

belajar dari rumah arti nya sekarang ini belum diperbolehkan adanya tatap muka Atara Guru dan Siswa

Di masing-masing sekolah karena kondisi Kabupaten Nunukan secara keseluruhan masih berzona kuning (orange), belum kita mencapai zona hijau.ujar Ridwan

Namun berdasarkan dari keluhan orang tua menginginkan adanya belajar tatap muka untuk daerah-daerah tertentu seperti dikecamatan Lumbis dan kecamatan krayan dan krayan selatan.

Lanjud Ridwan Kita sudah berikan skema dan Tema pembelajaran sebagai mana disampaikan oleh surat edaran Kementerian bahwa ada dua macam.

Yang pertama Daring yaitu menggunakan internet atau jaringan bagi wilayah yang terkoneksi jaringan karena para guru tadi melakukan pembelajaran melalui WhatsApp grup sekolah masing-masing Apakah itu mereka memberikan virtual kepada siswa-siswanya secara online.

Siswa dapat mengunduh atau mendengarkan Aplikasi dari ruang guru yang disediakan oleh Kementerian dengan cara gratis kemudian juga bisa menonton televisi pertama di TVRI juga diprogramkan oleh pemerintah untuk pembelajaran baik jenjang TK Paud SD SMP dan SMA SMK sudah disediakan ruangnya.

Yang ke -2 dengan istilah luring atau luar jaringan atau juga offline bagi daerah-daerah yang tidak terkoneksi jaringan maka para guru kita itu membuat pos guru dimana Pos guru ini diminta kepada semua guru kalau zonanya dia misalnya kuning tidak boleh mereka berkunjung hanya mengantarkan.

Jumlah siswa SMP dan SD nya kelas 1 Ada 5 orang maka di salah satu rumah siswa itu dibuatlah satu pos di situlah guru akan mengantarkan buku paket rangkuman materi kemudian tugas-tugas nanti teman-teman yang terdekat di situ mengambil di pos itu untuk dipelajari di rumah kemudian mereka juga akan memberikan jadwal kepada siswa setiap hari dari Senin-Jumat sehingga nanti siswa dan orang tua juga nanti mengetahui anaknya Kapan Jam berapa mereka ambil materi dipos.

kalau versi kedua untuk luring ini dia kalau zonanya hijau, karna ada sudah beberapa kecamatan yang berzona hijau dan ada ketentuan.

Kalau misalnya di desa atau kecamatan terutama diwilayah 3 itu berzona hijau jadi guru melakukan kunjungan dengan ketentuan covid 19. Itu merupakan langkah langkah strategis yang diambil pemerintah untuk mengakomodir walaupun kita saat ini belum dilakukan tatap muka di sekolah.

Ridwan AS. S.Sos Jadi pada prinsipnya kita sesuai dengan surat edaran Menteri maupun dari surat edaran sekretaris jenderal Kemendikbud untuk belajar tatap muka ini tetap menunggu bahwa hasil dari tim covid-19 Kabupaten untuk memastikan apa kita sudah layak apa Belum menerapkan pembelajaran tatap muka.

Apakah sudah ada Rekemendasi dari tim Cobid-19 atau surat Pernyataan bahwa wilayah sudah masuk zona hijau.

ada empat persyaratan yang harus tersedia untuk melakukan tatap muka sesuai dengan penjelasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bahwa yang pertama itu adalah kesiapan pernyataan dari orang tua siswa bahwa anaknya siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka Melalui rapat komite setelah setelah itu pernyataan sikap dari sekolah.

sekolah harus menyiapkan kelengkapan sesuai dengan instruksi dari Covid-19 dan sekolah juga mempersiapkan kelengkapan seperti tempat cuci tangan kemudian menggunakan masker ada termometer setiap orang yang masuk area sekolah itu di Cek suhu tubuhnya jadi itu sudah kelengkapan sudah tersedia termasuk hensainitaizer tempat cuci tangan ada keran Air untuk mengalir di setiap kelas.

Disamping itu juga kebersihan sekolah, Jadi mereka itu sudah diatur membuat SOP nya Gimana caranya supaya keamanan sekolah untuk penanganan konflik ini bisa berjalan dengan baik dalam seminggu Mungkin dua kali disemprot disinfektan ruang kelas bentuk kesediaan dari sekolah dan pernyataan kepala sekolah dan guru gurunya bahwa mereka sudah siap.

Yang ketiga bahwa pernyataan dari tim covid Apakah itu di desa atau di kecamatan bahwa mereka menyatakan sudah layak untuk melakukan pembelajaran tatap muka karena mereka yang lebih tahu dari kesehatan covid di masing-masing desa itu ada.

Setelah itu mereka surat-surat itu ke dinas nanti dinas yang berkomunikasi dengan tim covid kabupaten,

kalau tim covid kabupaten merekomendasikan boleh ditetapkan.
baru lagi lakukan rekomendasi itu kita sampaikan dan bawa ke Bupati Nunukan nanti ada surat rekomendasi juga dari Bupati kalau memang itu laksanakan tatap muka jika itu tidak ada Dinas Pendidikan juga tidak bisa laksanakan itu karena kita ini juga Memang harus menjaga kesehatan baik belajar peserta didik Maupun Pendidik Kepala Sekolah dan Guru-guru dan Masyarakat.

memang Guru dan Siswa Rindu Untuk sekolah tatap muka akan tetapi jangan sampai kita memaksakan sehingga nanti peserta didik bisa terpapar atau guru guru yang akan terpapar.(AmSAL)

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Posts